RADARBANYUWANGI.ID – Nama Adam Suganda mendadak jadi sorotan setelah salah satu sapi jumbo miliknya dipilih langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto untuk hewan kurban Idul Adha tahun ini. Peternak muda asal Dusun Sumberjati, Desa Dasri, Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi itu tak mampu menyembunyikan rasa bangga ketika sapi jenis Brahman peliharaannya resmi dibeli orang nomor satu di Indonesia.
Sapi bernama “Bilal” tersebut bukan ternak biasa. Dengan bobot mencapai 1,15 ton, sapi berpostur besar itu menjadi salah satu ternak premium asal Banyuwangi yang berhasil menembus seleksi ketat hewan kurban presiden.
“Saya sangat senang, pertama kali diinfokan oleh dinas kalau sapi saya yang dipilih oleh Pak Presiden,” ujar Adam saat ditemui di peternakan Enzo Farm miliknya.
Bagi Adam, keberhasilan itu menjadi pencapaian terbesar sepanjang dirinya menekuni usaha peternakan. Sebab, proses membesarkan sapi jumbo hingga mencapai kualitas premium membutuhkan waktu panjang, ketelatenan tinggi, dan biaya perawatan yang tidak sedikit.
Selama dua tahun terakhir, Adam fokus merawat sapi Brahman tersebut dengan pola pemeliharaan khusus. Mulai dari pengaturan pola makan, pemberian nutrisi bergizi tinggi, hingga menjaga kebersihan kandang secara rutin dilakukan setiap hari.
“Merawat sapi jumbo ini butuh perlakuan khusus. Selain pemberian pakan yang bergizi tinggi dan terjadwal ketat, kebersihan kandang juga harus dijaga,” beber pria 31 tahun tersebut.
Keseriusan Adam dalam mengelola peternakan membuat sapi miliknya akhirnya dilirik untuk program pembelian hewan kurban presiden. Namun, awalnya ia sempat tidak percaya sapinya benar-benar lolos seleksi tingkat provinsi.
Keraguan itu baru hilang ketika dirinya diundang ke Gedung Grahadi Surabaya bersama puluhan peternak lain dari berbagai daerah di Jawa Timur.
“Jumat (22/5) lalu saya tanda tangan dokumen jual belinya di Surabaya. Jadi setiap tahun presiden itu beli sapi dari tiap peternak di kabupaten, dan tahun ini giliran sapi saya,” ungkapnya.
Adam mengaku memiliki resep khusus menjaga kesehatan sapi-sapi di peternakannya. Selain memberikan pakan berkualitas, dirinya rutin memberikan ramuan herbal tradisional berupa jamu empon-empon untuk meningkatkan daya tahan tubuh ternak.
Ramuan alami tersebut dipercaya membantu menjaga nafsu makan sapi tetap stabil sekaligus meminimalkan risiko penyakit.
“Selain itu, sapi ini juga rutin diajak berkeliling di sekitar peternakan untuk menjaga kondisi fisiknya,” tuturnya.
Perawatan ekstra itu terbukti membuahkan hasil. Tubuh Bilal tumbuh sangat besar dengan kondisi fisik prima. Bahkan setelah resmi dibeli Presiden Prabowo, pengawasan terhadap sapi tersebut semakin diperketat agar tetap sehat hingga hari penyembelihan.
Menurut Adam, sapi jumbo itu rencananya akan dikirim ke Pondok Pesantren Mabadi’ul Ihsan milik mantan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas untuk dikurbankan pada Hari Raya Idul Adha.
“Sore ini akan dikirim ke Ponpes Mabadi’ul Ihsan milik Pak Anas, akan dikurbankan di sana,” paparnya.
Meski demikian, Adam memilih tidak membuka nilai transaksi pembelian sapi jumbo tersebut. Ia hanya memastikan proses penjualan berjalan lancar dan menjadi pengalaman yang tidak akan pernah dilupakannya.
Momen sapi miliknya dibeli Presiden RI menjadi kebanggaan tersendiri bagi Adam sekaligus menjadi bukti bahwa kualitas ternak asal Banyuwangi mampu bersaing di tingkat nasional.
Ia berharap pencapaian tersebut dapat memotivasi peternak muda lainnya agar terus meningkatkan kualitas ternak lokal dan tidak kalah dengan daerah lain.
“Kualitas sapi di Banyuwangi saya jamin tidak kalah,” pungkasnya.
Keberhasilan Adam juga menjadi angin segar bagi sektor peternakan Banyuwangi. Di tengah meningkatnya kebutuhan hewan kurban nasional, peternak lokal dinilai memiliki peluang besar untuk mengembangkan ternak berkualitas premium yang mampu menembus pasar nasional. (sas)
Editor : Ali Sodiqin