RADARBANYUWANGI.ID – Kemacetan panjang di jalur arteri menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, masih menjadi ancaman serius menjelang libur panjang Idul Adha 2026. Meski kondisi lalu lintas sempat normal pada siang hari, antrean kendaraan kembali mengular panjang pada malam hari hingga mencapai depan Mako Lanal Banyuwangi, Minggu malam (24/5).
Situasi tersebut memunculkan kekhawatiran baru bagi pengguna jasa penyeberangan Jawa-Bali, terutama karena cuaca buruk di Selat Bali masih berpotensi mengganggu operasional kapal dalam beberapa hari ke depan.
Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan dan penumpang selama libur Idul Adha, PT ASDP Indonesia Ferry menyiapkan kapal bantuan tambahan, yakni KMP Rodhita, yang sebelumnya beroperasi di lintasan Padang Bai-Lembar.
Kapal tersebut kini disiagakan untuk memperkuat layanan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk guna mengurai antrean kendaraan yang masih terjadi di sekitar pelabuhan.
Dalam sepekan terakhir, arus kendaraan menuju Pelabuhan Ketapang sempat mengalami gangguan serius akibat cuaca buruk yang memicu pembatasan operasional kapal.
Walaupun antrean kendaraan mulai mereda pada Senin pagi (25/5), kondisi kepadatan diperkirakan masih berpotensi terulang karena cuaca di perairan Selat Bali masih didominasi angin kencang dan gelombang tinggi.
General Manager ASDP Ketapang, Arief Eko Kurniansjah, mengatakan pihaknya telah melakukan sejumlah langkah antisipasi untuk menjaga kelancaran arus kendaraan selama masa libur panjang.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengoptimalkan fungsi buffer zone atau kantong parkir Bulusan yang mampu menampung hingga 400 unit truk logistik.
Selain itu, personel bantuan kendali operasi (BKO) juga disiagakan di sejumlah titik krusial untuk memastikan kendaraan tetap bergerak dan tidak mengalami stagnasi panjang.
“Kami mengoptimalkan fungsi kantong parkir Bulusan sebagai bagian dari manajemen traffic terpadu agar antrean tidak meluas,” ujarnya.
ASDP juga memperkuat armada penyeberangan melalui penambahan KMP Rodhita di lintasan Ketapang-Gilimanuk.
Kapal berkapasitas 1.236 GT tersebut mampu mengangkut hingga 58 kendaraan kecil atau sekitar 30 kendaraan campuran dalam sekali pelayaran.
Menurut Arief, kehadiran kapal tambahan diharapkan mampu mempercepat distribusi kendaraan sekaligus menjaga stabilitas arus penyeberangan selama periode lonjakan penumpang.
“KMP Rodhita memiliki kapasitas angkut hingga 58 unit kendaraan kecil atau sekitar 30 unit kendaraan campuran, sehingga diharapkan dapat membantu menjaga kelancaran arus penyeberangan selama periode libur Idul Adha,” tegasnya.
Ia menjelaskan, antrean kendaraan yang sempat mengular di sekitar pelabuhan terjadi karena adanya penyesuaian operasional kapal akibat cuaca buruk.
Dalam kondisi gelombang tinggi, proses sandar, manuver kapal, hingga bongkar muat harus dilakukan lebih hati-hati demi menjaga keselamatan pelayaran.
“ASDP memastikan langkah penanganan dilakukan cepat dan terukur agar arus kendaraan tetap bergerak,” imbuhnya.
Berdasarkan data ASDP periode Kamis (21/5) hingga Minggu (24/5) pukul 18.00 WIB, lintasan Ketapang-Gilimanuk telah melayani 14.936 unit kendaraan dengan total 51.465 penumpang.
Sementara dari arah Gilimanuk menuju Ketapang tercatat sebanyak 20.392 kendaraan dan 67.546 penumpang berhasil diseberangkan.
Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menegaskan keselamatan penumpang, awak kapal, dan kendaraan tetap menjadi prioritas utama perusahaan di tengah tingginya mobilitas masyarakat menjelang libur panjang.
Menurut dia, peningkatan waktu tunggu memang menjadi perhatian pengguna jasa, namun seluruh operasional tetap harus mengedepankan prinsip keselamatan pelayaran.
“Keselamatan tidak bisa dikompromikan dan menjadi prioritas utama dalam setiap perjalanan penyeberangan,” ujarnya.
ASDP juga memastikan evaluasi operasional telah dilakukan secara menyeluruh bersama regulator dan seluruh pemangku kepentingan pasca insiden dua kapal kandas di lintasan Ketapang-Gilimanuk beberapa hari lalu.
Penguatan prosedur keselamatan pelayaran, pengaturan pola operasi kapal, hingga kesiapsiagaan petugas lapangan terus ditingkatkan untuk memastikan layanan penyeberangan tetap aman dan lancar selama momentum Idul Adha. (fre/aif)
Editor : Ali Sodiqin