RADARBANYUWANGI.ID – Kemacetan panjang di kawasan Pelabuhan ASDP Ketapang, Banyuwangi, kembali memicu perhatian serius lintas instansi. Antrean kendaraan logistik dan kendaraan pribadi yang mengular hingga beberapa kilometer dalam beberapa hari terakhir memaksa aparat dan operator penyeberangan turun tangan mencari solusi cepat.
Untuk mengurai kepadatan yang terus meluas, jajaran ASDP, KSOP, Polresta Banyuwangi, Dinas Perhubungan, hingga sejumlah pemangku kepentingan menggelar rapat koordinasi (rakor) penanganan kemacetan di Mapolresta Banyuwangi, Senin (25/5).
Rakor tersebut difokuskan pada langkah konkret mengendalikan lonjakan kendaraan menuju Bali yang terus meningkat menjelang libur panjang dan musim pergerakan masyarakat.
Kapolresta Banyuwangi Kombespol Rofiq Ripto Himawan mengatakan, tingginya volume kendaraan menjadi penyebab utama kepadatan di jalur menuju Pelabuhan Ketapang. Kondisi diperparah dengan keterbatasan armada kapal yang beroperasi serta penyesuaian jadwal pelayaran akibat faktor cuaca dan keselamatan.
“Arus kendaraan memang mengalami peningkatan signifikan. Karena itu diperlukan langkah terpadu agar antrean tidak semakin meluas hingga jalur nasional,” ujarnya.
Menurutnya, kemacetan yang terjadi tidak hanya berdampak pada akses menuju pelabuhan, tetapi juga mulai mengganggu arus lalu lintas di jalur utama Banyuwangi-Situbondo dan kawasan perkotaan sekitar Ketapang.
Dalam rapat tersebut, sejumlah strategi penanganan disepakati bersama. Mulai dari optimalisasi buffer zone atau kantong parkir penampungan kendaraan, penguatan rekayasa lalu lintas, percepatan bongkar muat kapal, hingga pengaturan kendaraan logistik berdasarkan tonase dan jadwal keberangkatan.
“Kita sudah sepakati di mana strategi khusus akan dilakukan oleh ASDP dan KSOP untuk upaya penguraian kemacetan,” kata Rofiq.
Polresta Banyuwangi, lanjut dia, akan fokus membantu pengamanan dan pengaturan lalu lintas agar tidak terjadi parkir liar di bahu jalan yang berpotensi memperparah antrean kendaraan.
Rofiq menegaskan, keberadaan buffer zone menjadi salah satu solusi utama untuk menahan penumpukan kendaraan agar tidak meluber hingga jalan nasional.
“Salah satunya tadi adanya buffer zone di dermaga Bulusan agar tidak menimbulkan kemacetan yang semakin parah lagi di momen libur panjang maupun Natal dan Tahun Baru mendatang,” tegasnya.
Sementara itu, General Manager ASDP Pelabuhan Ketapang Arief Eko Kurniansjah mengungkapkan pihaknya telah menyiapkan sejumlah skema tambahan untuk mempercepat pelayanan penyeberangan.
Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah penambahan trip kapal dan optimalisasi layanan tiket daring guna mengurangi antrean kendaraan di area pelabuhan.
Menurut Arief, sistem pembelian tiket online menjadi penting untuk menekan kepadatan kendaraan yang datang bersamaan tanpa jadwal keberangkatan yang jelas.
Selain itu, operator kapal juga diminta memaksimalkan jam operasional agar proses bongkar muat dan penyeberangan berlangsung lebih cepat.
“Kalau operasional kapal tentu dibutuhkan, karena selama ini hanya ada 9-10 armada kapal. Belum lagi adanya kendala cuaca yang cukup membuat kapal terpaksa harus berhenti beroperasi,” ungkapnya.
Kondisi cuaca di Selat Bali dalam beberapa waktu terakhir memang disebut turut memengaruhi ritme operasional penyeberangan. Ketika cuaca memburuk, sejumlah kapal harus mengurangi kecepatan bahkan menghentikan pelayaran demi alasan keselamatan.
Akibatnya, antrean kendaraan di Pelabuhan Ketapang terus meningkat, terutama kendaraan logistik dan truk barang yang mendominasi jalur penyeberangan Jawa-Bali.
Pemerintah dan operator pelabuhan kini berharap langkah terpadu hasil rakor mampu menjadi solusi jangka pendek untuk mengurai kemacetan, sekaligus menjadi evaluasi menghadapi lonjakan penumpang dan kendaraan pada musim libur panjang mendatang. (rio/aif)
Editor : Ali Sodiqin