RADARBANYUWANGI.ID – Keselamatan pelayaran di lintasan Selat Bali menjadi perhatian serius menjelang libur panjang sekolah 2026. Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjungwangi mulai melakukan ramp check atau uji petik terhadap kapal-kapal penumpang yang beroperasi di perairan Selat Bali untuk memastikan seluruh armada laik laut dan aman digunakan masyarakat.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi lonjakan penumpang saat musim liburan, terutama pada jalur penyeberangan yang menghubungkan Jawa, Bali, hingga Lombok.
Kasi Keselamatan Pelayaran KSOP Tanjungwangi, Widodo, mengatakan pemeriksaan telah dimulai sejak 18 Mei 2026. Hingga kini, pihaknya sudah melakukan inspeksi terhadap belasan kapal yang beroperasi di sejumlah lintasan strategis.
“Total sementara sudah ada 17 kapal yang kami periksa. Kami membagi beberapa tim agar pemeriksaan bisa menjangkau seluruh kapal yang beroperasi di Selat Bali,” ujarnya.
Pemeriksaan dilakukan terhadap kapal yang melayani lintasan Ketapang-Gilimanuk, Tanjungwangi-Gili Mas, hingga Tanjungwangi-Sapeken.
Menurut Widodo, ramp check dilakukan secara menyeluruh dengan fokus pada aspek keselamatan pelayaran. Petugas memeriksa kelengkapan alat navigasi, alat keselamatan, hingga kondisi teknis kapal secara umum.
Dari hasil pemeriksaan sementara, KSOP menemukan sejumlah catatan minor pada beberapa kapal. Temuan tersebut dinilai tidak membahayakan operasional pelayaran, namun tetap harus segera diperbaiki oleh operator kapal.
“Beberapa item minor seperti karet-karet kedap, cover lampu, dan blower di kamar mesin sudah kami catat. Rekomendasi juga sudah kami sampaikan secara informal kepada perusahaan,” jelasnya.
Temuan minor tersebut selanjutnya akan dituangkan dalam surat resmi yang dikirim kepada masing-masing perusahaan pelayaran sebagai bahan evaluasi dan tindak lanjut.
Meski ada sejumlah catatan teknis, KSOP memastikan hingga saat ini belum ditemukan pelanggaran mayor yang berpotensi membahayakan keselamatan penumpang maupun kru kapal.
“Sejauh ini dari kapal-kapal yang diperiksa belum ada temuan mayor yang membahayakan. Temuan yang ada masih bisa dipenuhi dalam waktu dekat,” tegas Widodo.
KSOP Tanjungwangi menargetkan seluruh kapal penumpang yang beroperasi di Selat Bali selesai menjalani uji petik maksimal pada 8 Juni 2026.
Saat ini, terdapat lebih dari 50 kapal penumpang yang aktif melayani penyeberangan di kawasan Selat Bali. Pemeriksaan dilakukan bertahap agar operasional penyeberangan tetap berjalan normal dan tidak mengganggu layanan kepada masyarakat.
Kapal yang telah menjalani ramp check tetap diperbolehkan beroperasi untuk melayani penumpang reguler maupun angkutan saat momentum libur Iduladha dan Hari Raya Waisak.
Namun demikian, KSOP menaruh perhatian khusus pada potensi lonjakan penumpang saat musim libur sekolah yang diperkirakan akan meningkatkan mobilitas masyarakat menuju Bali dan Lombok.
“Yang kami antisipasi nanti saat libur sekolah, karena dipastikan ada lonjakan penumpang baik menuju Bali maupun Lombok,” tandas Widodo.
KSOP berharap seluruh operator kapal segera menindaklanjuti rekomendasi hasil pemeriksaan demi menjaga standar keselamatan pelayaran di Selat Bali tetap optimal selama periode liburan berlangsung. (fre/aif)
Editor : Ali Sodiqin