Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Sapi Kurban Presiden Prabowo Asal Jepara Tembus 1 Ton, ‘Suro’ Dibeli Rp115 Juta Setelah Dipelihara 4 Tahun

Ali Sodiqin • Senin, 25 Mei 2026 | 21:00 WIB
Sapi kurban Presiden Prabowo asal Jepara berbobot 1.070 kg. Sapi bernama Suro dibeli Rp115 juta setelah dipelihara alami 4 tahun. (Radar Pati)
Sapi kurban Presiden Prabowo asal Jepara berbobot 1.070 kg. Sapi bernama Suro dibeli Rp115 juta setelah dipelihara alami 4 tahun. (Radar Pati)

RADARBANYUWANGI.ID - Seekor sapi jumbo berbobot lebih dari satu ton asal Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, resmi terpilih menjadi hewan kurban Presiden Prabowo Subianto pada Iduladha 2026. Sapi jenis Limosin Simental bernama “Suro” itu mencuri perhatian setelah lolos seleksi ketat dan dibeli Presiden dengan harga mencapai Rp115 juta.

Sapi raksasa tersebut dipelihara secara alami selama lebih dari empat tahun oleh peternak lokal asal Desa Banjaran, Kecamatan Bangsri, Jepara.

Dengan bobot fantastis mencapai 1.070 kilogram, “Suro” menjadi salah satu sapi kurban Presiden dengan ukuran terbesar tahun ini.

Keberhasilan peternak lokal Jepara menembus seleksi nasional juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi dunia peternakan daerah.

Dipelihara Empat Tahun hingga Tembus Bobot 1 Ton

Pemilik sapi, Hasan, mengaku tidak menyangka sapi peliharaannya akhirnya terpilih sebagai hewan kurban Presiden RI.

Peternak yang telah hampir sembilan tahun menekuni usaha ternak bersama adiknya itu mengatakan “Suro” sebenarnya sudah dipantau Dinas Peternakan sejak tahun lalu.

Namun saat itu, bobot tubuh sapi masih belum memenuhi syarat.

“Tahun lalu sebenarnya sudah dilirik sebagai kandidat sapi kurban Presiden, tetapi berat badannya belum cukup,” ujar Hasan di Jepara, Senin, 18 Mei 2026.

Setelah menjalani perawatan dan penggemukan alami selama setahun terakhir, bobot “Suro” akhirnya menembus lebih dari satu ton dan resmi lolos seleksi nasional.

Dibeli Rp37 Juta, Kini Laku Rp115 Juta

Hasan mengungkapkan sapi tersebut dibelinya dari wilayah Kaliaman, Jepara, sekitar tiga tahun lalu dengan harga Rp37 juta.

Siapa sangka, setelah dipelihara dan dirawat intensif, nilai jualnya melonjak drastis hingga lebih dari tiga kali lipat.

Kini, sapi “Suro” dibeli Presiden dengan harga Rp115 juta untuk disalurkan sebagai hewan kurban masyarakat Jepara.

Meski demikian, Hasan menilai harga tersebut sebenarnya masih tergolong murah jika dibandingkan dengan harga sapi jumbo sekelasnya di pasaran nasional.

Namun bagi Hasan, kebanggaan terbesar bukan semata soal harga.

Ia merasa terhormat karena sapi peliharaannya dipilih langsung sebagai hewan kurban Presiden Republik Indonesia.

Dirawat Alami Tanpa Pakan Konsentrat Khusus

Menariknya, proses penggemukan “Suro” dilakukan secara alami tanpa penggunaan konsentrat mahal atau metode instan.

Hasan mengaku hanya memberikan pakan sederhana berupa rumput segar setiap hari dengan tambahan dedak atau katul.

Metode tradisional tersebut justru membuat kondisi sapi tetap sehat dan pertumbuhannya stabil hingga mencapai bobot lebih dari satu ton.

Keberhasilan itu menjadi bukti bahwa peternak lokal dengan pola pemeliharaan sederhana juga mampu menghasilkan sapi berkualitas premium.

Jenis Limosin Simental Jadi Favorit Kurban Presiden

“Suro” merupakan sapi jenis Limosin Simental, salah satu ras sapi unggulan yang terkenal memiliki postur besar dan pertumbuhan cepat.

Jenis sapi ini memang kerap menjadi pilihan dalam program hewan kurban Presiden karena ukuran tubuhnya yang jumbo dan kualitas daging yang baik.

Selain memiliki bobot besar, sapi jenis ini juga dikenal memiliki tingkat adaptasi yang baik terhadap iklim tropis Indonesia.

Tak heran jika sapi Limosin Simental sering menjadi primadona dalam kontes ternak maupun pasar hewan kurban premium.

Akan Disalurkan ke Masjid di Jepara

Rencananya, sapi kurban Presiden tersebut akan diserahkan ke Masjid Al-Iman di Desa Kancilan, Kecamatan Kembang, Jepara.

Daging kurban nantinya akan dibagikan kepada masyarakat sekitar pada momentum Iduladha 2026.

Namun karena keterbatasan fasilitas penyembelihan di area masjid, proses pemotongan kemungkinan akan dilakukan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Bangsri.

Langkah itu dilakukan untuk memastikan proses penyembelihan memenuhi standar kesehatan dan keamanan pangan.

Tradisi Sapi Kurban Presiden Selalu Jadi Sorotan

Setiap tahun, pemilihan sapi kurban Presiden memang selalu menarik perhatian publik.

Selain menjadi simbol ibadah dan kepedulian sosial, program tersebut juga menjadi ajang apresiasi bagi peternak lokal di berbagai daerah Indonesia.

Biasanya, sapi yang dipilih harus memenuhi sejumlah syarat ketat, mulai dari kesehatan, usia, bobot, hingga kondisi fisik yang prima.

Tak sedikit peternak yang sengaja mempersiapkan sapi unggulan mereka selama bertahun-tahun demi bisa masuk seleksi nasional.

Peternak Lokal Diharapkan Semakin Berkembang

Keberhasilan Hasan membawa sapi asal Jepara menjadi hewan kurban Presiden diharapkan dapat memotivasi peternak lain untuk meningkatkan kualitas ternak lokal.

Pemerintah daerah juga menilai capaian tersebut menjadi bukti bahwa sektor peternakan rakyat memiliki potensi ekonomi besar jika dikelola serius.

Momentum Iduladha pun dinilai bukan hanya soal ibadah kurban, tetapi juga peluang meningkatkan kesejahteraan peternak melalui pasar hewan premium yang terus berkembang setiap tahun. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#sapi kurban Presiden #sapi Suro Jepara #sapi limosin simental #kurban Iduladha 2026 #prabowo subianto