RADARBANYUWANGI.ID - Pemerintah akhirnya membuka arah baru pembangunan proyek strategis Tol Gilimanuk–Mengwi di Bali. Setelah sempat berjalan lambat akibat persoalan investasi dan kelayakan trafik, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) kini menyiapkan skema baru agar proyek senilai triliunan rupiah tersebut tetap bisa terealisasi dan ditargetkan mulai beroperasi pada 2031.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan, pemerintah tidak lagi memaksakan seluruh ruas Gilimanuk–Mengwi dibangun sebagai jalan tol. Sebagai gantinya, hanya segmen dengan potensi lalu lintas tinggi dan dinilai menarik secara bisnis yang akan dijadikan jalan tol, sementara ruas lainnya tetap dibangun sebagai jalan nasional.
Langkah tersebut dipandang sebagai strategi realistis untuk menjaga keberlanjutan proyek sekaligus menarik minat investor swasta dalam skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU).
Skema Tol Diubah demi Tarik Investor
Dody mengungkapkan, pemerintah tengah melakukan restrukturisasi konsep pembangunan Tol Gilimanuk–Mengwi agar lebih feasible secara finansial.
Menurutnya, salah satu tantangan utama proyek tersebut adalah volume kendaraan di beberapa ruas yang belum cukup tinggi untuk menopang investasi tol penuh.
Karena itu, pemerintah memilih melakukan kombinasi pembangunan antara jalan tol dan jalan nasional.
“Kami kerjakan di Gilimanuk–Mengwi, kan akhirnya kami potong tuh. Gilimanuk–Mengwi itu seingat saya tidak seluruh ruas jalan kami bikin tol, tapi cuma sebagian,” ujar Dody di Gedung Kementerian PU, Jakarta.
“Sebagian yang kira-kira itu cukup besar dan menarik investor, itu dijalantolkan, sementara sisanya kami bikin jadi jalan nasional,” lanjutnya.
Skema hybrid tersebut dinilai menjadi jalan tengah agar proyek tetap berjalan tanpa membebani kelayakan investasi.
Bali Jadi Prioritas Infrastruktur Nasional
Dody menegaskan percepatan pembangunan infrastruktur di Bali menjadi salah satu fokus utama pemerintah. Sebab, Pulau Dewata memiliki posisi strategis sebagai destinasi pariwisata unggulan Indonesia di mata dunia.
Karena itu, proyek Tol Gilimanuk–Mengwi dianggap penting untuk mendukung konektivitas kawasan wisata sekaligus mempercepat distribusi logistik di Bali.
“Saya punya kewajiban untuk membuat Bali itu tetap menjadi destinasi wisata utama dunia,” tegas Dody.
“Tugas saya kan seperti itu. Jadi makanya kemarin saya dorong agar Gilimanuk–Mengwi itu tetap bisa jalan. Makanya kemudian dilakukan kombinasi. Jadinya full tol menjadi sebagian tol dan sebagian jalan nasional,” sambungnya.
Tol Gilimanuk–Mengwi sendiri dirancang menjadi jalur utama penghubung Bali bagian barat hingga selatan. Kehadiran proyek ini diharapkan mampu memangkas kepadatan jalur eksisting yang selama ini menjadi urat nadi mobilitas kendaraan di Bali.
Waktu Tempuh Dipangkas dari 6 Jam Jadi 3 Jam
Sebelumnya, Wakil Menteri PU Diana Kusumastuti mengungkapkan proyek Tol Gilimanuk–Mengwi diproyeksikan mampu memangkas waktu perjalanan secara signifikan.
Jika selama ini perjalanan dari Gilimanuk menuju Mengwi membutuhkan waktu sekitar enam jam melalui jalur nasional, nantinya perjalanan diperkirakan hanya memakan waktu sekitar tiga jam.
Efisiensi tersebut diyakini bakal memberi dampak besar bagi sektor pariwisata, distribusi barang, hingga konektivitas antarwilayah di Bali.
Selain mendukung wisatawan, proyek ini juga diharapkan mempercepat pertumbuhan ekonomi kawasan Bali barat yang selama ini dinilai belum berkembang secepat Bali selatan.
Nilai Investasi Capai Rp 12,7 Triliun
Pemerintah memperkirakan total kebutuhan investasi proyek Tol Gilimanuk–Mengwi mencapai Rp 12,7 triliun.
Rinciannya, biaya konstruksi diperkirakan mencapai Rp 8,52 triliun dengan tambahan dukungan konstruksi sekitar Rp 9 triliun.
Proyek ini akan dikerjakan menggunakan skema KPBU, di mana pemerintah menggandeng pihak swasta untuk membantu pembiayaan dan pengelolaan proyek.
Meski demikian, hingga saat ini proyek masih berada pada tahap persiapan administrasi dan teknis.
Pemerintah masih menyusun sejumlah dokumen penting seperti analisis mengenai dampak lingkungan (amdal), analisis dampak lalu lintas, rekomendasi kesesuaian pemanfaatan ruang, hingga dokumen perencanaan pengadaan tanah.
“Kebutuhan investasi yang diperlukan adalah Rp 12,7 triliun,” jelas Diana dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi V DPR RI.
Proyek Strategis yang Lama Dinanti
Tol Gilimanuk–Mengwi menjadi salah satu proyek infrastruktur yang paling lama dinanti masyarakat Bali.
Selain untuk mempercepat konektivitas, proyek ini juga diproyeksikan menjadi solusi jangka panjang mengatasi kepadatan kendaraan di jalur utama Denpasar–Gilimanuk yang selama ini kerap macet, terutama saat musim liburan dan arus mudik.
Jika seluruh proses berjalan sesuai target, proyek strategis tersebut diperkirakan mulai beroperasi penuh pada 2031.
Pemerintah berharap keberadaan jalan baru itu nantinya mampu menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru sekaligus memperkuat posisi Bali sebagai destinasi wisata kelas dunia. (als)
Editor : Ali Sodiqin