RADARBANYUWANGI.ID - Pemerintah mulai mematangkan pembangunan dua proyek jalan tol strategis nasional yang diproyeksikan menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menargetkan proyek Tol Gilimanuk–Mengwi di Bali dan Tol Sentul Selatan–Karawang Barat di Jawa Barat mulai memasuki tahap pengerjaan pada 2026 mendatang.
Kepastian tersebut disampaikan langsung Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo di Jakarta. Menurutnya, kedua ruas tol tersebut menjadi proyek prioritas dalam skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) yang kini masih menjalani proses kajian mendalam atau due diligence.
Langkah percepatan proyek ini menjadi sorotan karena dua ruas tol tersebut dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus membuka pusat-pusat ekonomi baru di daerah.
Empat Proyek Tol Masuk Tahap Due Diligence
Dody mengungkapkan, selain Tol Gilimanuk–Mengwi dan Sentul Selatan–Karawang Barat, pemerintah saat ini juga tengah mengkaji dua proyek lain yakni Tol Gedebage–Tasikmalaya dan Tol Pejagan–Cilacap.
Namun dari seluruh proyek tersebut, dua ruas yang dinilai paling siap untuk masuk tahap konstruksi adalah Gilimanuk–Mengwi dan Sentul Selatan–Karawang Barat.
“Tahun ini rencana ada empat proyek, yakni Sentul Selatan–Karawang Barat, Bali (Gilimanuk–Mengwi), Gedebage–Tasikmalaya, dan Pejagan–Cilacap, cuma semuanya memang masih berproses due diligence,” ujar Dody.
Ia menyebut progres pembahasan untuk Tol Sentul Selatan–Karawang Barat bahkan sudah lebih maju dibanding proyek lainnya.
“Sentul Selatan–Karawang Barat mungkin akan lebih maju, kemudian Gedebage–Tasikmalaya juga akan lebih maju. Mudah-mudahan tahun 2026 bisa kita selesaikan. Mungkin dua ini dululah yang bisa kita selesaikan,” katanya.
Tol Gilimanuk–Mengwi Masih Cari Formula Ideal
Khusus proyek Tol Gilimanuk–Mengwi, pemerintah masih melakukan pembahasan intensif bersama calon investor dan pemerintah daerah di Bali.
Tol yang digadang-gadang menjadi penghubung utama Bali bagian barat hingga selatan itu dinilai memiliki tantangan tersendiri, terutama terkait tingkat lalu lintas kendaraan atau trafik yang belum terlalu tinggi dibanding ruas tol lain di Pulau Jawa.
Karena itu, pemerintah kini tengah mencari formulasi investasi yang dinilai tetap menarik bagi pihak swasta.
“Gilimanuk–Mengwi masih diskusi dengan calon investor dan pemda setempat. Karena ruas itu tidak terlalu ramai trafiknya, jadi masih banyak pembahasan,” ungkap Dody.
Meski demikian, proyek ini tetap dianggap strategis karena bakal memangkas waktu tempuh logistik maupun perjalanan wisatawan dari Pelabuhan Gilimanuk menuju kawasan wisata utama di Bali.
Jika terealisasi, Tol Gilimanuk–Mengwi diprediksi menjadi infrastruktur penting untuk memperkuat sektor pariwisata dan distribusi barang di Pulau Dewata.
Fokus Pemerintah Bukan Sekadar Bangun Tol
Kementerian PU menegaskan pembangunan jalan tol saat ini tidak lagi hanya berorientasi pada penambahan panjang ruas jalan.
Pemerintah kini lebih menitikberatkan pada aspek konektivitas antarkawasan agar setiap proyek tol benar-benar memberi dampak ekonomi nyata.
Menurut Dody, pendekatan tersebut juga menjadi perhatian utama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional atau Bappenas dalam evaluasi proyek-proyek KPBU.
“KPBU jalan tol tetap kita teruskan, cuma yang kita teruskan adalah konektivitas. Jadi itu yang disoroti oleh Bappenas,” jelasnya.
Artinya, setiap proyek jalan tol harus memiliki keterhubungan kuat dengan jaringan jalan nasional, kawasan industri, pusat logistik, hingga wilayah pengembangan ekonomi baru.
Diharapkan Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru
Pemerintah optimistis pembangunan jalan tol baru bakal menjadi penggerak ekonomi daerah, terutama di kawasan yang selama ini belum memiliki akses transportasi cepat dan efisien.
Efek domino pembangunan tol diyakini dapat memicu tumbuhnya sektor properti, industri, pariwisata, hingga UMKM lokal.
“Harapan kita, ruas-ruas tol yang kita bangun ini menjadi pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru,” tegas Dody.
Di Jawa Barat, proyek Tol Sentul Selatan–Karawang Barat diproyeksikan menjadi jalur alternatif strategis yang menghubungkan kawasan industri Karawang dengan wilayah Bogor dan sekitarnya.
Sementara di Bali, Tol Gilimanuk–Mengwi dipandang mampu mempercepat pemerataan pembangunan ekonomi dari kawasan wisata selatan menuju Bali barat yang selama ini relatif tertinggal.
Tantangan Investasi dan Trafik Jadi Sorotan
Meski proyek-proyek tol baru terus digenjot, pemerintah mengakui tantangan utama saat ini adalah memastikan kelayakan investasi di tengah dinamika ekonomi global dan biaya konstruksi yang terus meningkat.
Faktor trafik kendaraan juga menjadi variabel krusial karena menentukan tingkat pengembalian investasi bagi badan usaha.
Karena itu, proses due diligence dilakukan secara ketat untuk memastikan proyek tidak hanya layak dibangun secara teknis, tetapi juga memiliki prospek ekonomi jangka panjang.
Jika seluruh tahapan berjalan sesuai target, dua proyek strategis tersebut diperkirakan mulai memasuki tahap konstruksi pada 2026 dan menjadi bagian penting pengembangan jaringan konektivitas nasional Indonesia. (als)
Editor : Ali Sodiqin