Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

KNKT Ungkap Masinis Argo Bromo Anggrek Sudah Rem 1,3 Kilometer Sebelum Tabrakan dengan KRL di Bekasi Timur

Lugas Rumpakaadi • Jumat, 22 Mei 2026 | 13:48 WIB
KNKT mengungkap masinis KA Argo Bromo Anggrek telah melakukan pengereman 1,3 kilometer sebelum tabrakan dengan KRL di Bekasi Timur. (TVR Parlemen)
KNKT mengungkap masinis KA Argo Bromo Anggrek telah melakukan pengereman 1,3 kilometer sebelum tabrakan dengan KRL di Bekasi Timur. (TVR Parlemen)

RADARBANYUWANGI.ID - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkapkan masinis Kereta Api Argo Bromo Anggrek telah melakukan pengereman secara bertahap sekitar 1,3 kilometer sebelum insiden tabrakan dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, pada 27 April 2026.

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan tindakan tersebut dilakukan setelah masinis menerima informasi dari pusat pengendali operasi mengenai adanya temperan atau tabrakan kereta di jalur depan.

“Tadi saya sampaikan bahwa dari jarak 1.300 meter setelah menerima berita bahwa di depan ada temperan, masinis sudah melakukan pengereman,” ujar Soerjanto usai menghadiri rapat kerja bersama Komisi V DPR RI di Jakarta, Kamis (21/5/2026), dikutip Antara.

Baca Juga: Menhub Tutup 172 Perlintasan Sebidang Ilegal, Pemerintah Siapkan Rp800 Miliar untuk Tingkatkan Keselamatan Kereta Api

Menurut dia, informasi yang diterima masinis berasal dari komunikasi suara yang disampaikan pusat pengendali operasi di Manggarai. Karena kondisi di lapangan belum diketahui secara rinci, petugas pengendali meminta masinis mengurangi kecepatan sebagai langkah antisipasi keselamatan.

Selain melakukan pengereman, masinis juga diminta memperbanyak penggunaan semboyan 35 atau membunyikan klakson untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya di jalur rel.

“Jadi kondisi lapangannya seperti apa dia nggak tahu, cuman memberitahu bahwa ada temperan di depan, rem-rem dikit. Terus kemudian banyak-banyak melakukan semboyan 35,” katanya.

Baca Juga: Pemerintah Kebut Penanganan Perlintasan Sebidang, Wamen PU Sebut Pembebasan Lahan Jadi Tantangan Utama

KNKT menyebut masinis telah merespons arahan dari pengendali operasi sesuai prosedur yang diterima sebelum kecelakaan terjadi.

“Nah itu aja yang disampaikan, sehingga masinis sudah melakukan, merespon apa yang disampaikan oleh Pusdal dari pengendali operasi di Manggarai,” beber Soerjanto.

Meski demikian, KNKT menegaskan masih terlalu dini menyimpulkan penyebab utama kecelakaan. Sejumlah aspek teknis dan operasional masih dalam proses penelitian lebih lanjut oleh tim investigasi.

Saat ini, KNKT masih mengumpulkan, memverifikasi, dan mengolah berbagai data pendukung guna memperoleh gambaran utuh mengenai rangkaian kejadian sebelum tabrakan terjadi.

KNKT memperkirakan proses investigasi membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga bulan apabila seluruh tahapan pemeriksaan berjalan lancar. Setelah investigasi rampung, KNKT akan menyampaikan kesimpulan akhir beserta rekomendasi keselamatan untuk mencegah kejadian serupa terulang.

“Kita berharap kalau semuanya lancar antara dua sampai tiga bulan mudah-mudahan bisa kita ambil kesimpulan (penyebab kecelakaan),” ujarnya.

Di lokasi yang sama, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan pihaknya masih menunggu hasil investigasi KNKT terkait penyebab kecelakaan kereta api di Bekasi Timur tersebut.

Baca Juga: Prabowo Gelontorkan Rp4 Triliun, Menhub Pastikan Fokus Perkuat Keselamatan Perlintasan Kereta Api dan Pembangunan Flyover

Insiden tabrakan itu mengakibatkan 124 korban. Sebanyak 16 orang dilaporkan meninggal dunia, lima korban masih menjalani perawatan, sedangkan 103 korban lainnya telah diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#KRL Bekasi Timur #tabrakan kereta Bekasi Timur #investigasi kecelakaan kereta #knkt #argo bromo anggrek