Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kecelakaan KRL Commuter Line dan Kereta Api Argo Bromo Anggrek, 103 Korban Pulang, Lima Masih Jalani Perawatan Intensif

Lugas Rumpakaadi • Jumat, 22 Mei 2026 | 11:35 WIB
Menhub Dudy Purwagandhi menyebut lima korban kecelakaan kereta di Bekasi Timur masih dirawat. (TVR Parlemen)
Menhub Dudy Purwagandhi menyebut lima korban kecelakaan kereta di Bekasi Timur masih dirawat. (TVR Parlemen)

RADARBANYUWANGI.ID - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengungkapkan hingga kini masih ada lima korban kecelakaan kereta api di Bekasi Timur, Jawa Barat, yang menjalani perawatan di rumah sakit. Insiden tabrakan antara kereta Commuter Line dan Kereta Api Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek itu terjadi pada 27 April 2026.

Dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI di Jakarta, Kamis (21/5/2026), Dudy menyampaikan total korban dalam kecelakaan tersebut mencapai 124 orang. Dari jumlah itu, 16 orang meninggal dunia, sementara 103 korban lainnya telah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan penanganan medis.

“Kejadian ini mengakibatkan 124 korban, termasuk 16 korban yang meninggal dunia, 5 korban yang masih dirawat dan 103 korban yang sudah kembali ke rumah masing-masing,” ujar Dudy, dikutip Antara.

Baca Juga: Kisah Haru Penjual Daun Pisang Naik Haji: Painah Menabung 40 Tahun dari Uang Receh Demi Sampai Baitullah

Kementerian Perhubungan juga menyampaikan duka cita mendalam kepada seluruh korban dan keluarga terdampak akibat tragedi tersebut. Pemerintah berharap korban yang masih menjalani perawatan segera pulih dan dapat kembali beraktivitas seperti biasa.

“Semoga para korban yang masih dirawat di rumah sakit segera diberikan kesembuhan,” katanya.

Selain itu, Menhub memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses evakuasi dan penanganan korban. Mulai dari Basarnas, Polri, TNI, tenaga medis, hingga unsur terkait lainnya yang bergerak cepat saat insiden terjadi.

Baca Juga: Prabowo Instruksikan Optimalisasi Keselamatan Perlintasan Kereta Api, Pemerintah Siapkan Anggaran Rp4 Triliun

Menurut Dudy, peristiwa di Bekasi Timur harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan perkeretaapian nasional. Evaluasi tersebut mencakup berbagai aspek, mulai sarana dan prasarana, sistem operasi, kualitas sumber daya manusia, tata kelola, pengawasan, hingga perilaku masyarakat di sekitar jalur kereta.

Pemerintah, lanjut dia, tetap berhati-hati dalam menyampaikan kesimpulan penyebab kecelakaan dan memilih menunggu hasil investigasi resmi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

“Perbaikan harus terus dilakukan, baik sebelum maupun sesudah rekomendasi investigasi diterbitkan,” tegasnya.

Meski investigasi masih berlangsung, Kementerian Perhubungan bersama para pemangku kepentingan telah melakukan sejumlah langkah penanganan. Di antaranya pemulihan layanan perjalanan kereta, pemeriksaan teknis awal, pengamanan lokasi kejadian, hingga koordinasi lintas instansi.

Evaluasi juga dilakukan terhadap kondisi prasarana, kelaikan sarana, sistem persinyalan, prosedur darurat, kompetensi petugas, serta manajemen risiko perkeretaapian. Pemerintah menegaskan setiap kecelakaan harus menjadi pengingat penting untuk memperkuat budaya keselamatan transportasi publik.

Sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia memastikan seluruh biaya pengobatan korban luka dan biaya pemakaman korban meninggal dunia dalam insiden tersebut ditanggung penuh oleh perusahaan bersama asuransi.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menegaskan seluruh korban mendapatkan penanganan maksimal.

Baca Juga: KAI Divre II Sumbar Tertibkan Perlintasan Sebidang Ilegal, Fokus Kurangi Risiko Kecelakaan Fatal di Jalur Kereta Api

“KAI menegaskan seluruh biaya pengobatan bagi korban luka serta biaya pemakaman bagi korban meninggal dunia ditanggung sepenuhnya oleh asuransi dan KAI,” ujar Anne.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#kecelakaan kereta Bekasi Timur #tabrakan Commuter Line #Menhub Dudy Purwagandhi #argo bromo anggrek #keselamatan perkeretaapian