Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Jelang Idul Adha 2026, Gubernur Sherly Tjoanda Siapkan 100 Sapi Kurban untuk Seluruh Maluku Utara

Ali Sodiqin • Selasa, 19 Mei 2026 | 22:00 WIB
Gubernur Sherly Tjoanda siapkan 100 sapi kurban untuk seluruh Maluku Utara demi stabilitas ekonomi.
Gubernur Sherly Tjoanda siapkan 100 sapi kurban untuk seluruh Maluku Utara demi stabilitas ekonomi.

RADARBANYUWANGI.ID - Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, Pemerintah Provinsi Maluku Utara mulai menyiapkan langkah besar. Tak hanya menjaga pasokan pangan dan stabilitas harga kebutuhan pokok, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos juga menyiapkan program distribusi 100 ekor sapi kurban ke berbagai wilayah.

Langkah ini menjadi perhatian karena dilakukan di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang Idul Adha, momen yang identik dengan ibadah kurban dan lonjakan konsumsi pangan. Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah menjaga daya beli masyarakat dan mengendalikan inflasi.

"Kami telah menyiapkan beberapa langkah taktis menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional Idul Adha," ujar Sherly Tjoanda.

Distribusi sapi kurban tersebut masuk dalam program Strategi Jaga Stabilitas Ekonomi Maluku Utara yang disiapkan pemerintah provinsi.

Kebijakan itu diharapkan tidak hanya membantu masyarakat memperoleh hewan kurban, tetapi juga memperkuat pemerataan distribusi bantuan di seluruh kabupaten dan kota.

Idul Adha Jadi Momentum Besar, 100 Sapi Disebar ke Seluruh Daerah

Hari Raya Idul Adha selalu menjadi momen yang memiliki dampak besar terhadap pergerakan ekonomi masyarakat.

Permintaan hewan kurban meningkat, kebutuhan bahan pokok melonjak, hingga aktivitas perdagangan mengalami kenaikan signifikan.

Karena itu, Pemprov Maluku Utara menyiapkan distribusi 100 ekor sapi yang akan dibagikan secara proporsional ke seluruh kabupaten dan kota.

Program tersebut diproyeksikan membantu masyarakat sekaligus menjaga ketersediaan hewan kurban di daerah.

Selain menyangkut aspek ibadah, distribusi hewan kurban juga dinilai memiliki efek sosial karena memperluas manfaat kepada masyarakat penerima.

Gerakan Pangan Murah Digelar di 10 Kabupaten dan Kota

Tidak hanya fokus pada hewan kurban, pemerintah juga mengantisipasi potensi kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang Idul Adha.

Pemprov Maluku Utara akan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) secara rutin di sepuluh kabupaten dan kota.

Komoditas utama yang disiapkan antara lain:

Langkah ini dilakukan untuk menekan potensi lonjakan harga sekaligus menjaga stabilitas pasar.

Pasalnya, momentum hari besar keagamaan biasanya memicu peningkatan permintaan yang berujung pada kenaikan harga.

Ketergantungan Pasokan dari Luar Masih Jadi Tantangan

Meski inflasi mulai terkendali, Sherly mengakui Maluku Utara masih menghadapi tantangan struktural.

Hingga kini sekitar 80 persen kebutuhan beras masih bergantung pada pasokan luar daerah.

Tak hanya itu, produksi mandiri untuk ayam potong dan telur juga belum optimal.

Kondisi tersebut membuat harga sejumlah komoditas di Maluku Utara relatif lebih mahal dibanding wilayah lain seperti Pulau Jawa dan Sulawesi.

Pemerintah pun mulai menjajaki kerja sama dengan investor untuk pengembangan kawasan peternakan baru seluas 5 hingga 10 hektare.

Targetnya, Maluku Utara sudah memiliki peternakan ayam petelur mandiri pada 2026.

Jika terealisasi, langkah ini diperkirakan mampu memangkas selisih harga telur yang selama ini bisa mencapai lebih dari 50 persen dibanding wilayah lain.

Sawah Baru dan Gudang Bulog Disiapkan

Penguatan sektor pangan juga dilakukan melalui peningkatan produksi pertanian.

Melalui dukungan Kementerian Pertanian, Maluku Utara memperoleh program cetak sawah baru seluas 10 ribu hektare.

Selain itu, sekitar 4.600 hektare lahan sawah di Halmahera Utara dan Halmahera Timur akan diaktifkan kembali.

Di sektor logistik, Bulog RI juga mengalokasikan pembangunan enam titik gudang baru.

Infrastruktur tersebut diproyeksikan memperkuat ketahanan stok pangan daerah.

Inflasi Turun Drastis Jelang Idul Adha

Sherly mengungkapkan kondisi ekonomi Maluku Utara mulai menunjukkan perbaikan.

Inflasi yang sempat mencapai lima persen menjelang Ramadan kini turun signifikan.

Per Mei 2026, inflasi tahunan atau year on year tercatat sebesar 2,03 persen, sedangkan year to date berada di angka 2,59 persen.

Angka tersebut bahkan berada di bawah rata-rata nasional.

Menurut Sherly, capaian itu merupakan hasil kolaborasi pemerintah daerah, Bank Indonesia, serta seluruh pemangku kepentingan.

Namun demikian, pemerintah menilai penguatan produksi lokal tetap menjadi pekerjaan besar agar ketergantungan pasokan dari luar daerah dapat berkurang.

Dengan Idul Adha yang semakin dekat, perhatian kini tertuju pada efektivitas program distribusi sapi kurban dan stabilisasi harga agar masyarakat dapat menyambut hari besar keagamaan dengan lebih tenang. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Idul Adha 2026 #sapi kurban Maluku Utara #ekonomi Maluku Utara' #hewan kurban #Sherly Tjoanda