Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

MUBES XI IKSASS Resmi Dibuka, Kiai Azaim Serukan Sambung Juang Alumni untuk Negeri Beradab

Ali Sodiqin • Senin, 18 Mei 2026 | 23:55 WIB
MUBES XI IKSASS resmi dibuka. Kiai Azaim serukan sambung juang alumni pesantren dan deklarasi anti narkoba untuk generasi bangsa. (sukorejo.com)
MUBES XI IKSASS resmi dibuka. Kiai Azaim serukan sambung juang alumni pesantren dan deklarasi anti narkoba untuk generasi bangsa. (sukorejo.com)

Forum akbar alumni Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo jadi momentum penguatan organisasi, deklarasi anti narkoba, dan konsolidasi gerakan kebangsaan berbasis pesantren


RADARBANYUWANGI.ID - Musyawarah Besar (MUBES) XI Ikatan Santri Alumni Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo (IKSASS) resmi dibuka di Pondok Pesantren Salafiyah Sa’idiyah, Minggu (17/5/2026). Forum strategis alumni pesantren itu menjadi titik konsolidasi penting untuk memperkuat arah perjuangan organisasi di tengah tantangan sosial, moral, dan kebangsaan yang terus berkembang.

Mengusung tema “Sambung Juang IKSASS untuk Negeri yang Beradab dan Berperadaban”, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi alumni, tetapi juga ruang penguatan peran pesantren dalam menjaga nilai keislaman, kebangsaan, dan tradisi Ahlussunnah wal Jamaah di era modern.


Pembukaan Berlangsung Khidmat dan Penuh Nuansa Spiritual

Rangkaian pembukaan MUBES XI berlangsung khidmat sejak pagi hari. Acara diawali pembacaan Aqaid Saeket dan Ratibul Haddad yang diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah. Nuansa religius semakin terasa dengan santunan kepada anak yatim sebagai simbol kepedulian sosial alumni pesantren kepada masyarakat.

Kehadiran Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Ahmad Azaim Ibrahimy, disambut antusias peserta. Kehadiran tokoh muda pesantren yang akrab disapa Kiai Azaim itu menjadi magnet utama dalam forum lima tahunan alumni tersebut.

Acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan Mars dan Hymne IKSASS oleh Paduan Suara Universitas Ibrahimy, hingga penampilan lagu “Satu Hati” dan “Sambung Juang” yang membakar semangat kebersamaan alumni.


Deklarasi Anti Narkoba Jadi Sorotan MUBES XI

Salah satu momentum penting dalam pembukaan MUBES XI adalah deklarasi gerakan anti narkoba yang dilakukan bersama pengurus pesantren, IKSASS, dan Badan Narkotika Nasional.

Deklarasi tersebut menjadi simbol komitmen alumni dan pesantren dalam menjaga generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkotika yang dinilai semakin mengkhawatirkan.

Langkah itu sekaligus mempertegas posisi pesantren tidak hanya sebagai pusat pendidikan agama, tetapi juga benteng moral dan sosial masyarakat dalam menghadapi tantangan zaman.


Sejumlah Tokoh Hadir dalam Pembukaan

Pembukaan MUBES XI turut dihadiri berbagai unsur tokoh pesantren, pemerintah, dan pengurus alumni. Rangkaian sambutan dimulai dari Ketua Rayon IKSASS Bangkalan, dilanjutkan Sekretaris Pesantren Ach. Fadlail, hingga sambutan Asisten III Pemerintah Provinsi Jawa Timur Akh. Jazuli.

Mereka menekankan pentingnya menjaga soliditas alumni serta memperkuat kontribusi nyata pesantren dalam pembangunan daerah dan nasional.

Pembukaan resmi ditandai dengan penabuhan gong oleh Kiai Azaim sebagai simbol dimulainya rangkaian sidang dan agenda strategis MUBES XI.


Kiai Azaim: Perjuangan Harus Dilakukan Lahir dan Batin

Dalam tausiyahnya, Kiai Azaim mengajak seluruh peserta menjadikan MUBES XI sebagai ruang memperkuat perjuangan organisasi sekaligus memperdalam khidmah kepada umat dan bangsa.

Menurutnya, perjuangan alumni pesantren tidak cukup hanya dalam tataran wacana, tetapi harus diwujudkan dalam kerja nyata yang berlandaskan nilai spiritual dan moral.

“Perjuangan itu harus diikhtiarkan secara lahir dan batin, dengan kesungguhan jiwa dan raga demi keberlanjutan perjuangan IKSASS,” tegas Kiai Azaim.

Pernyataan tersebut disambut tepuk tangan peserta yang memenuhi lokasi kegiatan.


Momentum Konsolidasi Alumni Pesantren

MUBES XI IKSASS dinilai menjadi momentum strategis untuk merumuskan arah gerakan organisasi alumni di tengah perubahan sosial yang semakin kompleks.

Forum ini diharapkan mampu melahirkan gagasan baru agar IKSASS tetap relevan dalam menghadapi perkembangan zaman tanpa meninggalkan akar tradisi pesantren dan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah.

Selain agenda organisasi, MUBES juga menjadi ruang memperkuat jaringan alumni di berbagai sektor, mulai pendidikan, sosial, dakwah, pemerintahan, hingga pemberdayaan masyarakat.

Soliditas alumni dipandang sebagai modal besar dalam memperkuat kontribusi pesantren terhadap kehidupan kebangsaan.


Pesantren dan Tantangan Era Modern

Di tengah derasnya arus digitalisasi dan perubahan budaya, pesantren dinilai memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan moral masyarakat.

Karena itu, forum seperti MUBES XI IKSASS menjadi penting untuk memastikan nilai-nilai kepesantrenan tetap hidup dan mampu menjawab tantangan modernitas.

Tema “Sambung Juang” yang diusung dalam MUBES kali ini juga dimaknai sebagai ajakan kepada seluruh alumni agar terus melanjutkan perjuangan para masyayikh dalam bidang pendidikan, dakwah, dan pengabdian sosial. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#MUBES XI IKSASS #Ahmad Azaim Ibrahimy #Alumni Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo #deklarasi anti narkoba pesantren #IKSASS untuk negeri beradab