RADARBANYUWANGI.ID – Jalan Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi (Prosiwangi) segmen Gending–Kraksaan–Paiton–Besuki dipastikan kembali beroperasi pada Juli 2026. Kehadiran ruas tol baru di jalur tapal kuda Jawa Timur itu tak hanya memangkas waktu tempuh menuju Situbondo hingga Banyuwangi, tetapi juga menghadirkan pengalaman perjalanan berbeda berkat panorama spektakuler di sepanjang jalur Paiton.
Ruas tol yang sempat dibuka secara fungsional selama arus mudik Lebaran 2026 tersebut kini tengah menjalani tahap penyempurnaan akhir sebelum resmi dioperasikan penuh. Pemerintah optimistis jalur bebas hambatan itu bakal menjadi tulang punggung konektivitas kawasan timur Jawa sekaligus memicu pertumbuhan ekonomi dan pariwisata baru.
Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur Javid Hurriyanto mengatakan, proses operasional ruas Gending hingga Besuki saat ini tinggal menunggu penyelesaian tindak lanjut uji laik fungsi dari Kementerian Pekerjaan Umum.
“Rencananya bulan Juli 2026 beroperasi,” ujarnya.
Menurut dia, saat ini seluruh segmen mulai dari Gending–Kraksaan, Kraksaan–Paiton, hingga Paiton–Besuki masih dalam proses evaluasi teknis akhir. Pemerintah ingin memastikan seluruh fasilitas keselamatan jalan dan kelengkapan operasional benar-benar siap sebelum dibuka untuk umum.
“Masih menunggu proses penyelesaian tindak lanjut uji laik fungsi,” tambahnya.
Sajikan Pengalaman Baru Menikmati Tol di Jawa Timur
Berbeda dengan kebanyakan jalan tol yang identik dengan bentangan beton monoton, ruas Prosiwangi terutama di kawasan Paiton justru menawarkan sensasi perjalanan yang memanjakan mata.
Di KM 884, pengendara akan disuguhi panorama langka yang mempertemukan lanskap laut, kawasan hutan hijau, hingga siluet industri raksasa dalam satu bingkai. Dari ketinggian flyover, cerobong PLTU Paiton berdiri megah dengan latar hamparan Laut Jawa yang berkilau diterpa matahari.
Pemandangan itu semakin dramatis karena jalan tol membelah kawasan perbukitan hijau di kaki Pegunungan Iyang. Tebing-tebing tinggi di kanan kiri jalan menciptakan sensasi seolah pengendara sedang melintas di koridor alam modern.
Tak sedikit pengguna jalan mengaku terpukau saat melintas di titik tersebut.
“View-nya paling bagus. Ada laut, hutan, dan kawasan industri sekaligus. Jarang ada tol dengan pemandangan seperti ini,” ujar Izzul, salah seorang pengguna jalan.
Panorama tersebut bahkan mulai ramai dibicarakan di media sosial sejak jalur dibuka fungsional pada masa mudik Lebaran lalu. Banyak pemudik menyebut ruas Paiton sebagai salah satu spot tol paling indah di Jawa Timur.
Pengendara Dilarang Berhenti
Meski menawarkan panorama eksotis, pengelola tol meminta pengguna jalan tidak berhenti di sepanjang jalur tersebut demi alasan keselamatan.
Humas PT Jasa Marga Probolinggo Banyuwangi (JPB) Hima Jaya mengatakan, pihaknya telah menempatkan petugas di sejumlah titik rawan untuk menghalau kendaraan yang mencoba berhenti hanya untuk menikmati pemandangan.
“Berbahaya sekali berhenti di sini karena tebingnya sangat tinggi. Kami sudah larang dan kami tempatkan petugas untuk menghalau pengendara yang hendak berhenti,” katanya.
Menurut dia, ketinggian jembatan di kawasan tersebut mencapai sekitar 34 meter. Meski telah dilengkapi barier beton pengaman, berhenti di bahu jalan tetap memiliki risiko tinggi karena arus kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi.
Selain itu, di KM 880 pengendara juga kerap melihat kawanan kera ekor panjang yang turun dari kawasan hutan di sekitar tebing tol. Pengelola pun memasang sejumlah papan larangan memberi makan satwa liar demi menjaga keselamatan dan kelestarian habitat.
Pangkas Waktu Tempuh ke Banyuwangi
Tol Prosiwangi sendiri menjadi proyek strategis yang selama ini dinanti masyarakat kawasan tapal kuda. Kehadiran ruas tersebut diyakini bakal memangkas kepadatan jalur pantura lama yang selama ini menjadi titik rawan kemacetan saat musim liburan maupun arus mudik.
Data BBPJN Jawa Timur menyebutkan, panjang segmen Gending–Kraksaan mencapai 12,88 kilometer. Kemudian segmen Kraksaan–Paiton sepanjang 11,20 kilometer dan segmen Paiton–Besuki sepanjang 25,6 kilometer.
Jika seluruh segmen beroperasi, waktu tempuh dari Probolinggo menuju Situbondo diperkirakan bisa terpangkas signifikan. Mobilitas logistik menuju Banyuwangi dan pelabuhan Ketapang juga akan semakin cepat.
Selain mendukung konektivitas kawasan industri dan pelabuhan, ruas tol ini diprediksi membuka potensi wisata baru di wilayah timur Jawa Timur. Akses menuju destinasi wisata Situbondo hingga Banyuwangi menjadi lebih mudah dijangkau wisatawan domestik maupun luar daerah.
Bagi masyarakat yang hendak menikmati pengalaman melintas di jalur tol terbaru Jawa Timur tersebut, pengelola mengimbau agar tetap mematuhi aturan lalu lintas dan menikmati panorama cukup dari dalam kendaraan.
Sebab, pesona laut biru, hutan hijau, dan bentang alam Paiton memang menjadi bonus perjalanan yang tak biasa di jalur Tol Prosiwangi. (*)
Editor : Ali Sodiqin