Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Tol Prosiwangi Jadi Jalur Favorit Baru Jatim, Panorama Laut-Hutan di KM 884 Bikin Pengendara Terpukau

Ali Sodiqin • Senin, 18 Mei 2026 | 11:00 WIB
Tol Prosiwangi ruas Gending-Besuki. Jalan tol ini akan memangkas waktu dan jadi jalur strategis menuju Situbondo kota dan Banyuwangi, Jawa Timur.
Tol Prosiwangi ruas Gending-Besuki. Jalan tol ini akan memangkas waktu dan jadi jalur strategis menuju Situbondo kota dan Banyuwangi, Jawa Timur.

RADARBANYUWANGI.ID - Ruas baru Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi (Prosiwangi) tak hanya memangkas waktu tempuh lintas tapal kuda Jawa Timur. Sejak dibuka secara fungsional pada 14 Maret 2026, tol anyar ini justru menjelma menjadi salah satu jalur perjalanan paling memesona di Jawa Timur berkat panorama spektakuler di kawasan KM 884 Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo.

Di titik ini, pengendara seolah sedang melintasi “gardu pandang raksasa” di atas jalur bebas hambatan. Hamparan laut Jawa, hijaunya kawasan hutan, tebing perbukitan, hingga megahnya kompleks industri PLTU Paiton berpadu dalam satu bentang lanskap yang jarang ditemukan di jalan tol mana pun di Indonesia.

Keindahan tersebut langsung menjadi buah bibir para pengguna jalan yang melintas menuju Situbondo, Besuki, hingga Banyuwangi. Banyak pengendara spontan memperlambat laju kendaraan demi menikmati panorama dari balik kaca mobil.

Langit biru yang membentang di atas kawasan Paiton membuat pemandangan di KM 884 semakin dramatis. Dari ketinggian flyover, kawasan pesisir utara Jawa Timur terlihat begitu terbuka tanpa sekat.

Di sisi utara jalan tol, cerobong raksasa PLTU Paiton berdiri kokoh. Siluet bangunan industri itu tampak kontras dengan kilau laut Jawa yang memantulkan cahaya matahari siang. Perpaduan nuansa industrial dan alam liar menciptakan panorama unik yang membuat banyak pengguna jalan terpukau.

“View-nya di sini paling bagus. Ada laut, hutan, dan pabrik dalam satu bingkai,” ujar Izzul, salah satu pengguna jalan yang melintas di ruas tol tersebut.

Tak hanya panorama laut, ruas tol baru Jawa Timur ini juga menawarkan sensasi melintasi koridor alam hijau. Di kanan-kiri jalan, deretan tebing tinggi dan hutan lebat membentang dengan latar Pegunungan Iyang yang tampak megah di kejauhan.

Suasana tersebut membuat pengalaman berkendara di Tol Prosiwangi terasa berbeda dibanding ruas tol lain. Pengendara seperti diajak menikmati perjalanan wisata alam di atas jalan bebas hambatan modern.

Namun di balik pesona visual yang memikat, pengelola tol mengingatkan pengendara agar tidak berhenti di lokasi tersebut. PT Jasa Marga Probolinggo Banyuwangi (JPB) menegaskan titik KM 884 merupakan jalur cepat dengan risiko keselamatan tinggi.

Humas Tol Prosiwangi, Hima Jaya, mengatakan pihaknya telah menyiagakan petugas khusus untuk menghalau pengendara yang mencoba berhenti di area flyover demi berswafoto atau menikmati pemandangan.

“Berbahaya sekali berhenti di sini karena tebingnya sangat tinggi. Kami sudah larang dan kami tempatkan petugas untuk menghalau pengendara yang hendak berhenti,” katanya.

Menurut dia, meski sepanjang jembatan sudah dilengkapi barrier beton pengaman, berhenti di lokasi tersebut tetap sangat berisiko. Sebab, ketinggian jembatan di kawasan itu mencapai sekitar 34 meter.

Sensasi perjalanan di Tol Prosiwangi belum berhenti di KM 884. Sedikit bergeser ke KM 880, pengendara juga dapat menyaksikan sisi liar alam Paiton yang masih terjaga.

Dari balik rimbunnya pepohonan, sesekali kawanan kera ekor panjang terlihat turun mendekati tebing yang berbatasan langsung dengan badan jalan tol. Kehadiran satwa liar tersebut menjadi hiburan singkat bagi pengguna jalan, sekaligus menegaskan kawasan itu masih memiliki ekosistem alami yang hidup.

Meski demikian, pengelola tol meminta masyarakat tidak memberi makan hewan liar demi menjaga keselamatan dan kelestarian habitat satwa.

Di sejumlah titik strategis, terpasang papan peringatan bertuliskan “Dilarang Memberi Makan Hewan Liar”. Langkah itu dilakukan agar satwa tidak terbiasa mendekati kendaraan yang melintas di jalan tol.

Tol Prosiwangi sendiri menjadi salah satu proyek strategis yang kini mulai mengubah wajah konektivitas Jawa Timur bagian timur. Kehadiran jalur bebas hambatan ini mempercepat akses Probolinggo menuju Situbondo hingga Banyuwangi, sekaligus membuka pengalaman perjalanan baru yang memadukan infrastruktur modern dengan panorama alam eksotis.

Bagi para pemudik maupun wisatawan, ruas Paiton–Besuki kini bukan sekadar jalur penghubung antarkota. Jalur ini perlahan menjelma menjadi ikon baru perjalanan darat di Jawa Timur.

Namun pengendara tetap diimbau menikmati panorama secara bijak dari dalam kendaraan. Sebab, arus lalu lintas di ruas tersebut tergolong cepat dan berhenti di bahu jalan tanpa kondisi darurat dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lain.

Pesona laut, hutan, tebing, dan lanskap industri di Tol Prosiwangi memang sulit diabaikan. Tetapi keselamatan tetap menjadi prioritas utama selama perjalanan menuju Banyuwangi dan kawasan tapal kuda Jawa Timur. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#tol baru Jawa Timur #KM 884 Paiton #panorama tol Probolinggo Banyuwangi #Tol Paiton Besuki #tol prosiwangi