RADARBANYUWANGI.ID – Arus balik libur panjang akhir pekan (long weekend) mulai memadati lintas penyeberangan Ketapang–Gilimanuk sejak Minggu pagi (17/5). Ribuan wisatawan yang sebelumnya menikmati liburan di Banyuwangi maupun Bali berangsur kembali ke daerah masing-masing. Lonjakan pergerakan penumpang dan kendaraan terlihat dari dua sisi pelabuhan, baik di Ketapang Banyuwangi maupun Gilimanuk Bali.
Kepadatan arus kendaraan pribadi hingga truk logistik mulai terjadi sejak pagi dan terus meningkat hingga siang hari. Di Pelabuhan Gilimanuk, wisatawan pejalan kaki dan kendaraan pribadi tampak ramai menyeberang menuju Pulau Jawa. Sebaliknya, dari Pelabuhan Ketapang, deretan kendaraan pribadi berpelat nomor DK Bali juga terlihat mendominasi antrean kapal menuju Pulau Dewata.
Fenomena ini menjadi penanda dimulainya arus balik long weekend setelah masyarakat menikmati masa libur sejak Kamis (14/5). Sejumlah destinasi wisata di Banyuwangi diketahui dipadati wisatawan selama empat hari terakhir, mulai dari wisata pantai hingga kawasan taman nasional.
Salah satu wisatawan asal Gianyar, Bali, Komang, 45, mengaku baru saja menghabiskan waktu liburan bersama keluarga di Banyuwangi sebelum kembali ke Bali kemarin.
“Sebelum persiapan pendaftaran sekolah anak-anak, kami sempat dua hari liburan di Pulau Merah dan Alas Purwo,” ujarnya saat ditemui di Pelabuhan Ketapang.
Menurutnya, Banyuwangi masih menjadi pilihan favorit wisata keluarga karena memiliki banyak destinasi wisata alam dengan akses yang relatif mudah dijangkau dari Bali.
Selain kendaraan pribadi, kepadatan di lintas penyeberangan juga dipicu meningkatnya aktivitas distribusi logistik. Deretan truk barang tampak ikut memadati antrean masuk kapal menuju Bali. Kondisi tersebut membuat aktivitas bongkar muat kendaraan di pelabuhan berlangsung lebih padat dibanding hari biasa.
General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Ketapang Arief Eko Kurniansjah sebelumnya memprediksi adanya kenaikan jumlah penumpang selama long weekend kali ini. Peningkatan diperkirakan mencapai dua hingga tiga persen dibandingkan hari normal.
“Kepadatan memang kami prediksi terjadi pada awal dan akhir long weekend, terutama Kamis dan Minggu,” ujarnya.
Menurut Arief, ASDP telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk mengurai potensi antrean kendaraan. Koordinasi dilakukan bersama Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) untuk menyesuaikan operasional kapal berdasarkan kondisi di lapangan.
ASDP juga menyiapkan optimalisasi dermaga ponton apabila terjadi lonjakan kendaraan secara signifikan.
“Kami optimalkan kapal yang ada dan menyesuaikan pola operasi sesuai kebutuhan. Jika terjadi lonjakan, dermaga ponton juga siap dimanfaatkan,” katanya.
Lintas Ketapang–Gilimanuk selama ini menjadi salah satu jalur penyeberangan tersibuk di Indonesia karena menjadi penghubung utama Pulau Jawa dan Bali. Saat musim libur panjang, jalur ini hampir selalu mengalami peningkatan volume kendaraan, baik kendaraan pribadi, bus pariwisata, maupun truk logistik.
Banyuwangi sendiri menjadi salah satu daerah tujuan wisata favorit wisatawan domestik selama long weekend. Sejumlah destinasi seperti Pantai Pulau Merah, Taman Nasional Alas Purwo, Kawah Ijen, hingga wisata pantai selatan dipadati pengunjung sejak awal libur panjang.
Sementara itu, petugas pelabuhan mengimbau pengguna jasa penyeberangan untuk mengatur waktu perjalanan dan mematuhi arahan petugas demi menghindari kepadatan antrean kendaraan saat puncak arus balik berlangsung hingga malam hari. (fre/sgt)
Editor : Ali Sodiqin