RADARBANYUWANGI.ID - Kabar penting bagi para penerima bantuan sosial. Pemerintah memastikan penyaluran bantuan Kementerian Sosial Republik Indonesia untuk Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang masih tertahan periode Januari–Maret 2026 segera diproses ulang.
Penegasan itu disampaikan setelah banyak Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mengeluhkan status bansos mereka belum berubah ke periode April–Juni 2026. Sebagian bahkan mendapati saldo bantuan masih kosong meski sebelumnya aktif menerima bansos rutin.
Melalui akun resmi Instagram @pusdatinkesos, pemerintah meminta masyarakat tidak panik karena proses perbaikan data kini sedang dilakukan bersama pihak bank penyalur.
Kemensos menegaskan penyebab utama keterlambatan pencairan bansos PKH dan BPNT kali ini berasal dari kendala gagal cek rekening yang dialami ribuan penerima bantuan di berbagai daerah.
Ribuan Data KPM Sedang Difinalisasi
KPM yang terdampak masalah gagal cek rekening umumnya mengalami status bantuan yang tidak bergerak dari periode Januari–Maret 2026.
Akibatnya, bantuan belum bisa diproses ke tahap pencairan meski nama penerima masih terdaftar dalam sistem bantuan sosial nasional.
Tak sedikit warga mengeluhkan saldo rekening bantuan tetap nol saat dicek melalui aplikasi Cek Bansos maupun bank penyalur.
Namun pemerintah memastikan proses perbaikan data kini sudah memasuki tahap finalisasi.
“Tidak perlu khawatir, saat ini sebagian besar data sudah diperbaiki bersama dengan pihak bank dan akan segera diproses penyaluran,” tulis akun resmi @pusdatinkesos.
Pernyataan tersebut menjadi angin segar bagi ribuan KPM yang beberapa pekan terakhir khawatir bantuan mereka dicoret atau dihentikan.
Pencairan Susulan Segera Dilakukan
Setelah proses validasi selesai dan status cek rekening dinyatakan berhasil, bansos PKH dan BPNT disebut akan langsung masuk ke tahap pencairan susulan.
Artinya, penerima bantuan yang sebelumnya gagal cair masih memiliki peluang besar menerima hak mereka dalam tahap berikutnya.
Kemensos juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumbernya, terutama isu pencoretan massal penerima bansos.
“Jangan termakan isu yang tidak benar ya, pastikan informasi dari akun resmi pemerintah,” tulis imbauan dalam unggahan tersebut.
Pemerintah meminta masyarakat tetap tenang karena proses pembaruan data memang membutuhkan waktu, terutama untuk sinkronisasi dengan sistem perbankan penyalur.
Ini Cara Resmi Cek Status Bansos PKH dan BPNT
Untuk menghindari hoaks maupun informasi palsu terkait bansos, masyarakat diminta rutin mengecek status bantuan hanya melalui layanan resmi pemerintah.
Berikut kanal resmi yang dapat digunakan KPM untuk memantau status pencairan bansos PKH dan BPNT:
-
Website resmi:
cekbansos.go.id -
Command Center Kemensos:
171 -
WhatsApp Center Kemensos:
0887-7171-711 -
Aplikasi resmi “Cek Bansos” yang tersedia di ponsel pintar
Melalui layanan tersebut, masyarakat dapat mengetahui apakah bantuan sudah masuk tahap penyaluran, masih proses verifikasi, atau mengalami kendala administrasi.
KPM Diminta Tetap Tenang dan Rutin Pantau Informasi
Keterlambatan penyaluran bansos PKH dan BPNT periode April–Juni 2026 memang memicu keresahan di kalangan masyarakat penerima bantuan.
Apalagi bantuan sosial tersebut menjadi salah satu penopang kebutuhan pokok bagi jutaan keluarga kurang mampu di Indonesia.
Karena itu, pemerintah menegaskan bahwa proses perbaikan data gagal cek rekening menjadi prioritas agar penyaluran bansos bisa kembali berjalan normal.
KPM diminta tetap bersabar sambil terus memantau perkembangan melalui kanal resmi Kemensos.
Jika proses validasi rekening selesai tanpa kendala tambahan, bansos dipastikan akan kembali dicairkan secara bertahap dalam waktu dekat. (*)
Editor : Ali Sodiqin