Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Tes Pegawai Kopdes Merah Putih Pakai Sistem CAT ala CPNS, BKN Ungkap Kendala Peserta dan Strategi Lolos

Ali Sodiqin • Kamis, 14 Mei 2026 | 20:35 WIB
Passing grade Manajer Kopdes Merah Putih 2026 resmi ditetapkan. Simak syarat lolos CAT BKN, sistem ranking, dan jadwal hasil seleksi. (Ilustrasi ChatGPT Image)
BKN ungkap kendala peserta tes CAT pegawai Kopdes dan KNMP serta membagikan strategi lolos seleksi ala sistem CPNS 2026. (Ilustrasi ChatGPT Image)

RADARBANYUWANGI.ID – Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengungkap sejumlah kendala yang dialami peserta seleksi calon pegawai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) saat mengikuti ujian berbasis Computer Assisted Test (CAT). Sistem seleksi yang digunakan disebut mirip tes CPNS sehingga banyak peserta kesulitan mengatur waktu dan ritme pengerjaan soal.

Seleksi Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden itu menjadi salah satu rekrutmen terbesar tahun ini dengan jumlah pendaftar mencapai ratusan ribu orang dari seluruh Indonesia.

Meski menggunakan sistem CAT seperti pada seleksi calon aparatur sipil negara (CASN), materi ujian kali ini tidak memuat Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) maupun Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

Peserta justru menghadapi dua jenis tes utama, yakni Tes Potensi Kognitif dan Tes Substansi Manajemen yang dirancang untuk mengukur kemampuan berpikir cepat, pengambilan keputusan, hingga efektivitas kerja.

Kepala Biro Hukum dan Komunikasi Publik Badan Kepegawaian Negara, Wisudo Putro Nugroho, mengatakan pemerintah ingin menjaring sumber daya manusia terbaik untuk mendukung pengembangan Koperasi Desa Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih di seluruh Indonesia.

“Melalui seleksi ini diharapkan lahir talenta-talenta terbaik yang tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga mampu bekerja efektif sesuai kebutuhan pengembangan Koperasi Desa dan Kampung Nelayan Merah Putih,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Jumat (8/5/2026).

Dalam Tes Potensi Kognitif, peserta diuji pada dua aspek utama, yakni kecepatan kerja (speed) dan kemampuan berpikir (power). Skema soal dibuat untuk menguji kemampuan peserta memproses informasi dan menyelesaikan persoalan dalam waktu terbatas.

Kondisi itu membuat manajemen waktu menjadi tantangan utama selama ujian berlangsung.

BKN mencatat salah satu dinamika yang paling banyak dikeluhkan peserta adalah durasi pengerjaan soal yang dianggap sangat ketat. Banyak peserta panik dan melakukan klik jawaban berulang karena khawatir sistem tidak menyimpan jawaban mereka.

Padahal, menurut BKN, setiap jawaban yang sudah diklik simpan otomatis masuk ke sistem sehingga peserta tidak perlu melakukan klik berulang yang justru bisa memperlambat proses.

BKN menjelaskan, tampilan jawaban yang terkadang berubah atau terlambat muncul di layar bukan berarti data hilang. Kondisi itu disebabkan jeda jaringan ketika akses peserta sedang tinggi secara bersamaan.

Untuk mengantisipasi kendala tersebut, BKN memastikan sistem CAT telah disiapkan dengan dukungan infrastruktur teknologi dan sistem keamanan yang mampu menampung pelaksanaan tes secara masif.

Sistem tersebut juga disebut telah teruji dalam berbagai seleksi CASN sebelumnya sehingga tetap menjamin transparansi dan keadilan proses seleksi.

Selain itu, peserta diminta memahami mekanisme ujian sesuai Peraturan BKN Nomor 5 Tahun 2024 agar mampu memaksimalkan peluang lolos seleksi.

BKN juga membagikan sejumlah strategi agar peserta dapat mengerjakan ujian CAT lebih optimal.

Pertama, peserta diminta tetap fokus dan tidak panik meski waktu pengerjaan terbatas. Kepanikan dinilai justru membuat konsentrasi menurun dan menghambat akurasi jawaban.

Kedua, peserta disarankan memprioritaskan soal yang lebih mudah terlebih dahulu untuk memaksimalkan skor akhir.

Ketiga, peserta diminta menghindari klik berlebihan saat menyimpan jawaban karena sistem membutuhkan jeda untuk memproses data ke server.

Keempat, peserta juga dianjurkan memberi waktu jeda agar sistem bekerja optimal dan tidak terjadi penumpukan akses pada waktu bersamaan.

Kelima, manajemen waktu menjadi faktor penting. Peserta harus mampu mengatur ritme pengerjaan sesuai durasi masing-masing subtes.

Sebagaimana diketahui, pelaksanaan tes calon pegawai KDKMP dan KNMP berlangsung pada 3–12 Mei 2026. Total pelamar Program Hasil Terbaik Cepat Presiden mencapai 487.819 orang.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 483.648 peserta dinyatakan lolos tahap administrasi dan berhak mengikuti seleksi CAT.

Hingga hari keempat pelaksanaan tes, tercatat sebanyak 140.211 peserta telah mengikuti ujian berbasis CAT.

Pemerintah sebelumnya menegaskan proses rekrutmen dilakukan secara transparan dan bebas titipan. Rekrutmen ini disiapkan untuk mendukung operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih yang menjadi salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#rekrutmen Kopdes 2026 #tes CAT Kopdes Merah Putih #seleksi pegawai KNMP #BKN tips lolos CAT #Program Hasil Terbaik Cepat