RADARBANYUWANGI.ID - Pemerintah mulai mengkaji pengembangan jalur double-double track (DDT) sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh sistem perkeretaapian nasional menyusul kecelakaan kereta api di Bekasi Timur, Jawa Barat.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono mengatakan, pemerintah tengah menyiapkan langkah pengembangan infrastruktur rel untuk meningkatkan keselamatan dan kapasitas perjalanan kereta.
“Yang jelas kita sedang memikirkan pengembangan DDT tersebut,” ujar AHY di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (12/5/2026), dikutip Antara.
Menurut AHY, evaluasi akan dipimpin Kementerian Perhubungan bersama PT Kereta Api Indonesia guna menyiapkan pengembangan sistem perkeretaapian yang lebih terintegrasi.
Selain pengembangan jalur eksisting, pemerintah juga mempertimbangkan pembangunan lintasan baru dan reaktivasi rel-rel yang selama ini tidak lagi beroperasi.
“Tetapi, tentu butuh waktu untuk bisa merampungkan rencana besar pengembangan kereta, baik eksisting maupun pengembangan baru, dan reaktivasi dari rel-rel yang selama ini tidak berfungsi. Nanti kita sampaikan berikutnya,” kata dia.
Baca Juga: Harga Emas Pegadaian Hari Ini 13 Mei 2026 Naik, UBS dan Galeri 24 Kompak Menguat
Wacana penguatan jalur DDT mencuat setelah insiden tabrakan kereta di kawasan Bekasi Timur yang kembali memunculkan sorotan terhadap kepadatan jalur rel di wilayah perkotaan.
Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi V DPR RI Andi Iwan Darmawan Aras mendesak percepatan pemisahan jalur operasional kereta rel listrik (KRL) dan kereta api antarkota.
“Pemisahan jalur operasional harus menjadi prioritas. Penyelesaian proyek DDT Jakarta–Cikarang tidak hanya meningkatkan kapasitas, tetapi juga keselamatan,” ujarnya di Jakarta, Senin (11/5).
Menurut Andi, kecelakaan di Bekasi Timur menunjukkan adanya tekanan sistemik pada jaringan rel perkotaan sehingga diperlukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan perkeretaapian nasional.
Ia menilai evaluasi tidak hanya menyentuh aspek operasional harian, tetapi juga mencakup kemampuan sistem dalam mendeteksi, mengisolasi, hingga memutus potensi risiko sejak awal gangguan terjadi.
Selain itu, DPR juga menyoroti masih banyaknya perlintasan sebidang yang dinilai rawan memicu kecelakaan.
“Perlintasan sebidang harus segera dibenahi. Persoalan seperti ini masih sering terjadi dan berpotensi menimbulkan kecelakaan,” tegasnya.
Editor : Lugas RumpakaadiSumber : Antara