RADARBANYUWANGI.ID - Badan Pusat Statistik (BPS) Pacitan mulai melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 sejak 1 Mei 2026. Tahap awal pendataan saat ini difokuskan pada usaha berskala besar sebelum pelaksanaan sensus secara door-to-door yang dijadwalkan dimulai pada 15 Juni 2026 mendatang.
Kepala BPS Pacitan, Kiki Ferdiana mengatakan, kondisi geografis Kabupaten Pacitan menjadi salah satu tantangan utama dalam pelaksanaan sensus tahun ini. Wilayah yang didominasi perbukitan dan medan ekstrem membuat petugas lapangan harus memiliki pemahaman wilayah yang baik.
“Wilayah Pacitan ini, selain luas, juga pegunungan, berbukit-bukit ekstrem juga ya di wilayah-wilayah khusus. Sehingga memang kita memerlukan petugas yang kompeten di wilayah masing-masing,” ujar Kiki, dikutip RRI.
Untuk mengatasi kendala tersebut, BPS Pacitan merekrut mitra BPS dan petugas lapangan yang berasal dari daerah masing-masing. Langkah itu dinilai penting agar proses pendataan berjalan lebih efektif dan efisien.
Selain memahami kondisi wilayah, petugas lokal juga dinilai memiliki mobilitas yang lebih terukur sehingga memudahkan pelaksanaan sensus hingga tingkat kecamatan dan desa. Karena itu, petugas sensus diprioritaskan berasal dari kecamatan tempat mereka bertugas.
Kiki berharap masyarakat dapat mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dengan menerima kedatangan petugas secara terbuka. Ia juga mengimbau warga memberikan jawaban yang jujur dan sesuai kondisi sebenarnya agar data yang dihimpun BPS benar-benar akurat.
Baca Juga: Hoki Gak Ketolong! Shio Hari Ini 12 Mei 2026 Bongkar Rahasia Rezeki, Cinta, dan Karier
Menurutnya, akurasi data menjadi faktor penting dalam penyusunan kebijakan pemerintah di bidang ekonomi dan pembangunan daerah. Data yang valid diharapkan mampu memberikan gambaran nyata mengenai kondisi usaha dan aktivitas ekonomi masyarakat di Pacitan.
Editor : Lugas Rumpakaadi