Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Sambut Biksu Thudong di Rogojampi, Bupati Ipuk: Banyuwangi Menjaga Perdamaian dalam Keberagaman

Fredy Rizki Manunggal • Selasa, 12 Mei 2026 | 04:00 WIB
SINGGAH DI KLENTENG: Bupati Ipuk Fiestiandani, Forkopomda, dan tokoh lintas agama ikut menyambut kedatangan 56 Biksu di TITD Tik Liong Tian, Rogojampi. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
SINGGAH DI KLENTENG: Bupati Ipuk Fiestiandani, Forkopomda, dan tokoh lintas agama ikut menyambut kedatangan 56 Biksu di TITD Tik Liong Tian, Rogojampi. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

Perjalanan spiritual menuju Waisak di Borobudur disebut membawa pesan kemanusiaan, toleransi, dan persaudaraan lintas agama

RADARBANYUWANGI.ID – Kedatangan rombongan Biksu Thudong di Banyuwangi mendapat sambutan hangat dari berbagai elemen masyarakat. Tidak hanya umat Buddha, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi juga ikut memberikan apresiasi terhadap perjalanan spiritual yang membawa pesan perdamaian tersebut.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani hadir menyambut para biksu di TITD Tik Liong Tian. Dalam kesempatan itu, Ipuk menegaskan bahwa perjalanan spiritual para Biksu Thudong bukan sekadar ritual keagamaan, tetapi juga simbol kuat tentang perdamaian, kemanusiaan, dan persaudaraan di tengah keberagaman bangsa.

Menurut Ipuk, nilai-nilai yang dibawa para biksu selaras dengan kehidupan masyarakat Banyuwangi yang selama ini hidup berdampingan dalam suasana harmonis meski memiliki latar belakang suku, budaya, dan agama yang berbeda.

“Di Banyuwangi, masjid, gereja, pura, vihara, dan klenteng hidup berdampingan. Keberagaman bukan alasan untuk terpecah, tetapi menjadi kekuatan untuk saling menguatkan,” ujarnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan komitmen Banyuwangi sebagai daerah yang terus menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama. Di tengah dinamika sosial yang terus berkembang, semangat gotong royong dan saling menghormati dinilai menjadi fondasi penting menjaga kondusivitas daerah.

Ipuk juga menyampaikan apresiasi kepada para Biksu Thudong dan panitia Indonesia Walk for Peace 2026 yang telah menginisiasi perjalanan damai lintas daerah tersebut. Dia berharap seluruh peserta diberikan kesehatan, keselamatan, dan kelancaran selama perjalanan menuju tujuan akhir di Candi Borobudur.

“Perjalanan spiritual ini membawa pesan damai bagi masyarakat luas. Semoga seluruh peserta diberi kesehatan dan keselamatan hingga tiba di Borobudur,” katanya.

Perjalanan spiritual para Biksu Thudong diketahui akan berlangsung selama sekitar tiga pekan. Mereka berjalan kaki menuju Candi Borobudur untuk mengikuti rangkaian perayaan Hari Raya Waisak yang dijadwalkan berlangsung pada 31 Mei 2025.

Tradisi Thudong sendiri merupakan perjalanan spiritual yang dijalani para biksu dengan berjalan kaki menempuh jarak jauh sebagai bentuk latihan kesederhanaan, ketekunan, disiplin, dan pengendalian diri. Dalam perjalanannya, para biksu juga membawa pesan universal tentang kedamaian dan harmoni antarmanusia.

Kehadiran para Biksu Thudong di Banyuwangi pun menjadi perhatian masyarakat. Warga tampak antusias menyambut rombongan dan ikut memberikan dukungan selama perjalanan berlangsung.

Momentum tersebut sekaligus memperlihatkan kuatnya nilai toleransi yang hidup di Banyuwangi. Keharmonisan antarumat beragama yang terus dijaga dinilai menjadi modal sosial penting dalam membangun daerah yang aman, damai, dan inklusif. (fre/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#Biksu Thudong Banyuwangi #Indonesia Walk for Peace #Waisak Borobudur #TITD Tik Liong Tian #Ipuk Fiestiandani