Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Tes CAT Manajer Kopdes Merah Putih Bermasalah, Kemenkop dan BKN Buka Suara soal Gangguan Sistem

Ali Sodiqin • Senin, 11 Mei 2026 | 10:54 WIB
Ilustrasi tes CAT seleksi manajer koperasi merah putih. (foto diolah dengan AI by Radar Jember)
Ilustrasi tes CAT seleksi manajer koperasi merah putih. (foto diolah dengan AI by Radar Jember)

RADARBANYUWANGI.ID – Polemik gangguan sistem Computer Assisted Test (CAT) dalam seleksi manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih akhirnya mendapat respons resmi pemerintah. Setelah keluhan peserta ramai bermunculan di media sosial, Kementerian Koperasi Republik Indonesia memastikan laporan kendala teknis tersebut telah dikoordinasikan dengan Badan Kepegawaian Negara dan panitia seleksi nasional (Panselnas).

Gangguan sistem ujian berbasis CAT itu menjadi sorotan publik karena terjadi di tengah proses rekrutmen massal manajer Kopdes Merah Putih yang diikuti ratusan ribu peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah mengatakan pihaknya langsung melakukan koordinasi setelah banyak peserta mengeluhkan sistem CAT sulit diakses, lambat merespons, hingga muncul kendala saat penyimpanan jawaban.

“Nah kami tentu saja bagian dari Panselnas itu mengoordinasikan tadi yang laporan-laporan dari media sosial sudah kami koordinasikan dengan BKN dan juga Panselnas di bawah Kementerian PANRB,” ujar Farida dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat.

Kemenkop Sebut BKN Penanggung Jawab Teknis

Farida Farichah menjelaskan seleksi manajer Kopdes Merah Putih merupakan rekrutmen bersama yang dikoordinasikan oleh Badan Pengaturan (BP) BUMN.

Sementara pelaksanaan teknis ujian berbasis CAT berada di bawah tanggung jawab Badan Kepegawaian Negara, termasuk penggunaan fasilitas kantor regional BKN di 26 provinsi sebagai lokasi ujian.

Karena itu, kata dia, penjelasan teknis terkait kendala sistem CAT akan disampaikan langsung oleh pihak BKN sebagai operator pelaksanaan tes.

Meski demikian, Kemenkop tetap berperan aktif sebagai bagian dari Panselnas dalam mengoordinasikan laporan dan evaluasi terhadap jalannya seleksi.

BKN Akui Ada Dinamika di Lapangan

Menanggapi keluhan peserta, Badan Kepegawaian Negara mengakui adanya dinamika selama pelaksanaan tes kompetensi berlangsung.

Dalam keterangannya, BKN menyebut salah satu tantangan utama terjadi ketika peserta mengerjakan soal dalam waktu terbatas di tengah tingginya trafik akses sistem secara bersamaan.

BKN mengimbau peserta tetap tenang dan tidak melakukan klik jawaban secara berulang karena sistem CAT telah dirancang menyimpan jawaban secara otomatis ke database.

“Setiap jawaban yang disimpan sudah otomatis masuk ke pangkalan data sistem,” tulis BKN.

Peserta juga diminta memberikan jeda beberapa saat ketika sistem melambat agar server dapat memproses data secara optimal saat akses pengguna sedang memuncak.

Sistem CAT Diklaim Terus Dioptimalkan

Badan Kepegawaian Negara memastikan penguatan sistem terus dilakukan selama pelaksanaan tes berlangsung.

Optimalisasi dilakukan tidak hanya dari sisi kapasitas akses, tetapi juga keamanan sistem untuk menjamin kelancaran ujian massal yang digelar serentak di berbagai wilayah Indonesia.

Tes kompetensi manajer Kopdes Merah Putih sendiri dijadwalkan berlangsung pada 3–12 Mei 2026.

Hingga hari keempat pelaksanaan, tercatat sebanyak 140.211 peserta telah mengikuti tes CAT dari total 483.648 pelamar yang dinyatakan lolos tahap seleksi administrasi.

Jumlah peserta yang sangat besar dinilai menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan sistem ujian berbasis digital secara nasional.

Keluhan Peserta Viral di Media Sosial

Sebelumnya, sejumlah peserta mengunggah pengalaman mereka di media sosial terkait gangguan sistem CAT selama ujian berlangsung.

Beberapa peserta mengaku mengalami keterlambatan sistem saat memilih jawaban, halaman ujian sulit dimuat, hingga kekhawatiran jawaban tidak tersimpan dengan baik akibat gangguan server.

Viralnya keluhan tersebut memicu kekhawatiran publik mengenai transparansi dan kualitas pelaksanaan seleksi manajer Kopdes Merah Putih yang menjadi salah satu program strategis penguatan koperasi desa.

Pemerintah kini diharapkan mampu memastikan proses seleksi berjalan objektif, transparan, dan tidak merugikan peserta akibat persoalan teknis sistem.

Rekrutmen Kopdes Jadi Sorotan Nasional

Seleksi manajer Kopdes Merah Putih menjadi perhatian nasional karena program tersebut digadang-gadang sebagai bagian dari penguatan ekonomi kerakyatan berbasis koperasi desa.

Karena itu, kualitas pelaksanaan rekrutmen dinilai sangat menentukan keberhasilan program dalam jangka panjang.

Dengan jumlah pelamar mencapai hampir setengah juta orang, pemerintah dituntut memastikan sistem CAT berjalan stabil dan mampu memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh peserta. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#tes CAT 2026 #CAT Kopdes Merah Putih #gangguan CAT BKN #seleksi manajer Kopdes #Kemenkop BKN