Peradi SAI Luncurkan Logo Baru di Rakernas 2026, Harry Ponto Dorong Advokat Indonesia Lebih Modern dan Spesialis

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Senin, 11 Mei 2026 | 18:00 WIB
Peradi SAI luncurkan logo dan identitas baru di Rakernas 2026. (ChatGPT Image)
Peradi SAI luncurkan logo dan identitas baru di Rakernas 2026. (ChatGPT Image)

RADARBANYUWANGI.ID – Peradi Suara Advokat Indonesia resmi memperkenalkan wajah baru organisasi dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2026. Tidak sekadar mengganti logo dan identitas visual, transformasi tersebut menjadi simbol arah baru organisasi advokat menuju profesi hukum yang lebih modern, profesional, adaptif, dan berdaya saing global.

Peluncuran identitas baru Peradi SAI menjadi momentum penting dalam Rakernas bertema “Menjadi Advokat dengan Spesialisasi Kompetensi yang Profesional dan Berintegritas di Era Modern”. Forum nasional itu sekaligus menegaskan langkah organisasi dalam merespons perubahan besar dunia hukum yang semakin kompleks akibat perkembangan teknologi, bisnis lintas negara, hingga tuntutan kompetensi profesi yang makin spesifik.

Ketua Umum Peradi Suara Advokat Indonesia Harry Ponto menegaskan, perubahan identitas organisasi bukan hanya persoalan visual semata, melainkan penegasan visi baru organisasi advokat di Indonesia.

“Rakernas ini bukan sekadar agenda rutin organisasi. Ini adalah momentum strategis untuk memperkuat fondasi profesi advokat ke depan,” ujar Harry dalam pembukaan Rakernas Peradi SAI di Jakarta, Jumat (8/5).

Logo Baru Jadi Simbol Persatuan Advokat

Logo baru Peradi SAI mengusung bentuk octagon atau segi delapan yang merepresentasikan delapan organisasi pendiri profesi advokat di Indonesia.

Delapan organisasi tersebut meliputi:

Bentuk segi delapan tersebut melambangkan persatuan delapan organisasi dalam satu cita-cita, satu suara, dan satu komitmen membangun profesi advokat Indonesia yang lebih kuat serta bermartabat.

Menurut Harry, semangat pembaruan organisasi juga diwujudkan melalui penguatan tata kelola organisasi, digitalisasi layanan, hingga pengembangan kualitas sumber daya manusia advokat.

Dorong Advokat Punya Spesialisasi

Dalam Rakernas tersebut, isu spesialisasi profesi advokat menjadi salah satu fokus utama. Harry Ponto menilai era advokat generalis mulai bergeser karena tantangan hukum modern membutuhkan keahlian yang lebih mendalam dan spesifik.

“Yang kami inginkan adalah bahwa betul-betul advokat itu ke depannya dituntut memiliki spesialisasi. Spesialisasi bukan menghalangi atau membatasi, tapi membuat kita menjadi makin dalam pada bidang-bidang tertentu,” katanya.

Ia menegaskan, perkembangan hukum bisnis, restrukturisasi lintas negara, kepailitan, investasi, hingga teknologi digital menuntut advokat memiliki kompetensi yang lebih fokus agar mampu bersaing secara profesional di tingkat nasional maupun global.

Meski demikian, Harry menekankan bahwa kompetensi spesialis tetap harus dibingkai dengan etika profesi dan integritas sebagai fondasi utama profesi advokat.

Rakernas Hadirkan Seminar Multi-Spesialisasi

Sebagai bagian dari transformasi organisasi, Rakernas 2026 mengusung konsep seminar multi-tema yang memungkinkan peserta memilih forum diskusi sesuai bidang spesialisasi masing-masing.

Beberapa tema strategis yang dibahas antara lain:

Konsep tersebut dinilai menjadi langkah baru dalam pengembangan kualitas advokat berbasis kompetensi spesifik.

Selain itu, Peradi SAI juga mulai menerapkan digitalisasi dalam berbagai kegiatan organisasi, termasuk penggunaan barcode pada kartu identitas advokat untuk akses peserta Rakernas.

Mars Baru dan Regenerasi Advokat Muda

Tak hanya logo baru, Peradi Suara Advokat Indonesia juga meluncurkan mars organisasi baru yang diciptakan langsung oleh Sekretaris Jenderal Peradi SAI, Patra M Zen.

Mars tersebut diharapkan menjadi identitas baru organisasi sekaligus simbol semangat integritas dan profesionalisme para advokat Indonesia.

Patra mengatakan Rakernas tahun ini juga menunjukkan proses regenerasi organisasi berjalan positif karena kepanitiaan banyak diisi advokat muda.

“Ini membuktikan Peradi Suara Advokat Indonesia berjalan regenerasinya,” ujar Patra.

Menurutnya, Rakernas 2026 diikuti sekitar 670 advokat dari 55 Dewan Pimpinan Cabang di seluruh Indonesia, mulai dari Jayapura hingga Banda Aceh.

Siapkan Rekomendasi Perubahan UU Advokat

Rakernas Peradi SAI 2026 juga akan menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis terkait penguatan organisasi advokat nasional, termasuk penyempurnaan Undang-Undang Advokat agar lebih relevan dengan tantangan zaman.

Transformasi identitas organisasi tersebut menjadi penegasan bahwa Peradi Suara Advokat Indonesia ingin membangun ekosistem profesi advokat yang lebih modern, transparan, kompetitif, dan dipercaya publik.

Dengan arah baru tersebut, Peradi SAI berharap advokat Indonesia mampu menghadapi perubahan dunia hukum global tanpa kehilangan integritas dan independensi profesi. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Peradi SAI 2026 Harry Ponto logo baru Peradi SAI Rakernas advokat 2026 advokat spesialis Indonesia