RADARBANYUWANGI.ID – Persaingan seleksi Manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) 2026 kian memanas. Dengan total 483.648 peserta yang tengah mengikuti ujian berbasis Computer Assisted Test (CAT) hingga 12 Mei, selisih nilai tipis dipastikan menjadi penentu nasib ribuan peserta.
Lalu bagaimana jika dua atau lebih peserta memiliki nilai Tes Potensi Kognitif (TPK) yang sama?
Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) telah menetapkan skema khusus yang menjadi penentu akhir kelulusan. Aturan ini wajib dipahami peserta karena menjadi “penyaring terakhir” di tengah ketatnya kompetisi.
Lulus Passing Grade Saja Tidak Cukup
Dalam seleksi ini, TPK bersifat gugur. Peserta wajib mencapai passing grade minimal 110.
Namun, melampaui ambang batas saja belum menjamin lolos. Peserta juga harus masuk dalam peringkat tiga kali jumlah formasi berdasarkan nilai tertinggi.
Artinya, meskipun nilai sudah memenuhi standar, peluang gugur tetap besar jika kalah dalam pemeringkatan.
Ini Urutan Penentu Jika Nilai Sama
Jika ditemukan nilai TPK yang identik, Panselnas menerapkan sistem seleksi berlapis. Berikut urutan penentuan kelulusan:
1. Nilai Tes Manajemen Koperasi
Peserta dengan nilai tes manajemen lebih tinggi akan diprioritaskan.
2. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK)
Jika nilai manajemen sama, maka dilihat IPK tertinggi.
3. Usia Peserta
Jika IPK juga identik, peserta dengan usia lebih tua diprioritaskan.
4. Lolos Bersama (Jika di Batas Kuota)
Jika seluruh nilai tetap sama dan berada di batas kuota tiga kali formasi, maka semua peserta tersebut tetap dinyatakan lolos ke tahap berikutnya.
Skema ini dirancang untuk menjaga objektivitas sekaligus memberi ruang keadilan bagi peserta dengan capaian setara.
Masuk Tahap Krusial: Seleksi Kompetensi Tambahan
Peserta yang lolos tahap CAT akan melanjutkan ke Seleksi Kompetensi Tambahan (SKT) yang dijadwalkan berlangsung pada 20–31 Mei 2026 di bawah koordinasi Kementerian Pertahanan.
Tahap ini menjadi penentu akhir sebelum pengumuman kelulusan nasional.
Seleksi Ketat Demi SDM Koperasi Berkualitas
Dengan peran strategis manajer dalam mengelola dana dan aset desa, pemerintah menegaskan bahwa seluruh proses seleksi dilakukan secara:
-
Transparan
-
Akuntabel
-
Bebas biaya
Persaingan ketat dan sistem berlapis ini diharapkan mampu menyaring kandidat terbaik yang siap menggerakkan ekonomi desa secara profesional.
Peserta Diminta Maksimalkan Skor
Dengan adanya skema pemeringkatan berlapis, peserta tidak cukup hanya mengejar kelulusan passing grade. Mereka dituntut meraih nilai setinggi mungkin, terutama pada tes manajemen yang menjadi penentu utama saat terjadi nilai sama.
Dalam seleksi dengan ratusan ribu peserta ini, satu poin bisa menjadi pembeda antara lolos atau gugur. (*)
Editor : Ali Sodiqin