RADARBANYUWANGI.ID – Rekrutmen 30 ribu manajer Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih membludak. Hingga penutupan pendaftaran, total pelamar tembus 639.732 orang. Pemerintah menyebut program ini sebagai investasi sumber daya manusia (SDM) terbesar di level desa yang pernah dilakukan.
Menteri Koordinator Bidang Pangan sekaligus Pengarah Panitia Seleksi Nasional, Zulkifli Hasan, menegaskan rekrutmen tersebut bukan sekadar pembukaan lapangan kerja. Program ini dirancang untuk mendorong lahirnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di desa dan kawasan pesisir.
“Ini akan menjadi ujung tombak pangan masyarakat. Mereka akan memotong rantai tengkulak yang selama ini merugikan petani dan masyarakat,” ujarnya dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (5/5).
Antusiasme masyarakat terlihat dari tingginya angka partisipasi. Dari total 639.732 pelamar, sebanyak 487.819 orang melengkapi berkas administrasi. Setelah diverifikasi, 483.648 pelamar dinyatakan lolos seleksi administrasi.
Saat ini, proses seleksi memasuki tahap tes kompetensi yang digelar pada 3–12 Mei 2026. Ujian menggunakan sistem computer assisted test (CAT) dan dilaksanakan di 72 titik lokasi di seluruh Indonesia.
Zulkifli menegaskan, panitia seleksi nasional akan mengawal ketat seluruh tahapan rekrutmen. Ia memastikan proses berjalan objektif, transparan, dan akuntabel, sekaligus bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
“Seluruh tahapan seleksi tidak dipungut biaya. Tidak ada jalur khusus, dan tidak ada pihak yang bisa menjamin kelulusan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap segala bentuk penipuan yang mengatasnamakan panitia seleksi.
Setelah tes kompetensi, peserta yang lolos akan menjalani tahapan lanjutan berupa tes mental ideologi dan pemeriksaan kesehatan pada akhir Mei 2026. Pengumuman hasil akhir dijadwalkan pada 7 Juni 2026.
Peserta yang dinyatakan lolos akan mengikuti pelatihan dasar kemiliteran sebagai bagian dari komponen cadangan (komcad), serta pelatihan manajerial sesuai bidang tugas masing-masing.
Nantinya, para manajer Kopdes Merah Putih akan dikontrak melalui skema perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT) selama dua tahun di bawah naungan PT Agrinas Pangan Nusantara.
Program ini diharapkan menjadi motor penggerak baru ekonomi desa. Selain memperkuat ketahanan pangan, kehadiran manajer profesional di koperasi desa diyakini mampu memperpendek rantai distribusi dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Dengan jumlah pelamar yang sangat besar, pemerintah melihat tingginya minat generasi muda untuk terlibat langsung dalam pembangunan desa. Ini sekaligus menjadi sinyal positif bagi transformasi ekonomi berbasis komunitas di tingkat akar rumput. (*)
Editor : Ali Sodiqin