RADARBANYUWANGI.ID – Seleksi besar-besaran rekrutmen Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) dan Kampung Nelayan Merah Putih memasuki babak krusial.
Pemerintah mencatat sebanyak 483.648 pelamar dinyatakan lolos seleksi administrasi dan berhak melaju ke tahap tes kompetensi berbasis CAT yang digelar mulai 3 hingga 12 Mei 2026.
Angka ini menegaskan tingginya minat masyarakat terhadap program strategis tersebut. Dari total 639.732 pendaftar, sebanyak 487.819 pelamar mengunggah dokumen, dan mayoritas dinyatakan memenuhi syarat administratif.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengatakan proses seleksi dirancang ketat dan transparan untuk menjaring SDM terbaik.
“Pelamar yang dinyatakan memenuhi syarat administrasi sebanyak 483.648 orang. Mereka akan mengikuti tes kompetensi mulai 3 sampai 12 Mei 2026,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (4/5).
35.476 Formasi Diperebutkan
Pemerintah membuka total 35.476 formasi dalam rekrutmen ini, terdiri dari:
-
30.000 posisi manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP)
-
5.476 posisi pegawai Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP)
Formasi tersebut disiapkan untuk memperkuat pengelolaan ekonomi desa dan sektor kelautan berbasis koperasi sebagai bagian dari program prioritas nasional.
Tes CAT Digelar di 72 Titik Seluruh Indonesia
Saat ini, seleksi memasuki tahap tes kompetensi menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT). Ujian ini berlangsung di 72 titik lokasi di seluruh Indonesia, dengan fleksibilitas bagi peserta untuk memilih lokasi terdekat dari domisili.
Menurut Zulhas, penggunaan CAT mengadopsi standar seleksi aparatur sipil negara (ASN), sehingga hasilnya lebih objektif dan minim intervensi.
“Semua ASN juga pakai CAT. Sistem ini sudah teruji dan transparan,” tegasnya.
Tahapan Lanjutan hingga Pengumuman Akhir
Peserta yang lolos tes CAT tidak serta-merta dinyatakan diterima. Mereka masih harus melewati serangkaian seleksi lanjutan, antara lain:
-
Tes mental dan ideologi
-
Pemeriksaan kesehatan (20–31 Mei 2026)
Hasil akhir seleksi dijadwalkan diumumkan pada 7 Juni 2026. Setelah itu, peserta akan menjalani pelatihan lanjutan, termasuk pelatihan dasar kemiliteran Komponen Cadangan (Komcad), pelatihan manajerial, serta pembekalan teknis sesuai bidang tugas.
Waspada Penipuan, Jangan Percaya Jalur Belakang
Di tengah tingginya antusiasme, pemerintah juga menyoroti maraknya praktik penipuan yang mengatasnamakan rekrutmen Kopdes Merah Putih.
Zulhas mengungkapkan adanya oknum yang menyebarkan tautan palsu hingga meminta sejumlah uang dengan iming-iming kelulusan.
“Ada yang menyebar link palsu, bahkan memungut biaya. Kalau ada yang minta uang, itu pasti penipuan,” tegasnya.
Ia menegaskan beberapa poin penting:
-
Seluruh proses seleksi gratis tanpa biaya
-
Tidak ada jalur titipan atau “orang dalam”
-
Informasi resmi hanya melalui portal pemerintah
Panitia Seleksi Nasional, lanjutnya, akan mengawal seluruh proses secara ketat agar tetap objektif, transparan, dan bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.
Dorong Ekonomi Desa dan Ketahanan Pangan
Rekrutmen ini menjadi bagian dari percepatan pembentukan Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih sebagai tulang punggung ekonomi desa.
Para manajer yang terpilih nantinya akan mengelola berbagai aktivitas strategis, mulai dari distribusi barang subsidi, penyerapan hasil panen petani, hingga pengembangan unit usaha koperasi.
Dengan jumlah pelamar yang mencapai ratusan ribu, seleksi ini menjadi salah satu rekrutmen terbesar di sektor ekonomi desa dalam beberapa tahun terakhir—sekaligus penentu arah penguatan ketahanan pangan nasional berbasis komunitas. (*)
Editor : Ali Sodiqin