Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Mendikdasmen Apresiasi Inovasi Pendidikan di Banyuwangi, Akan Ditiru Menjadi Kebijakan Nasional

M Ksatria Raya • Minggu, 3 Mei 2026 | 13:14 WIB
Kepala SMPN 2 Glagah Karyono yang juga Ketua Yayasan Al Uswah turut menyambut kedatangan Mendikdasmen Abdul Mu’ti. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
Kepala SMPN 2 Glagah Karyono yang juga Ketua Yayasan Al Uswah turut menyambut kedatangan Mendikdasmen Abdul Mu’ti. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID - Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Banyuwangi menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun. Capaian tersebut mendapat apresiasi dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti saat menghadiri peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang berlangsung di Taman Blambangan Banyuwangi, Sabtu (2/5).

Mu’ti menyebut peningkatan IPM Banyuwangi sebagai capaian yang sangat baik. Sebelum acara berlangsung, ia mengaku sempat berdiskusi dengan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani terkait sejumlah terobosan kreatif dan strategis di bidang pendidikan. “Sebelum acara dimulai saya berbincang dengan Ibu Bupati, terobosan kreatif dan strategis yang sebagian sangat tertarik untuk mengaplikasikan beberapa kebijakan  di tingkat nasional, terutama untuk layanan bagi mereka yang tidak berkesempatan atau tidak berminat bersekolah karena berbagai alasan,” ujarnya.

Banyuwangi memiliki berbagai program inovatif di bidang pendidikan, seperti untuk memastikan anak usia sekolah tetap mendapatkan akses pendidikan. Salah satunya adalah program Garda Ampuh (Gerakan Daerah Angkat Anak Muda Putus Sekolah) yang berfokus menjaring anak putus sekolah agar kembali mengenyam pendidikan melalui berbagai skema.

Selain itu, terdapat program Siswa Asuh Sebaya. Program ini mendorong siswa yang secara ekonomi lebih mampu untuk menyisihkan uang sakunya guna membantu teman-teman yang kurang mampu, seperti pembelian sepeda, kacamata, hingga kebutuhan sekolah lainnya, bahkan lintas sekolah. “Banyuwangi memiliki terobosan yang sangat baik. Kami berharap Ibu Bupati dapat menyampaikannya di forum nasional sebagai contoh baik untuk bagaimana kita bisa berikan pelayanan pendidikan bermutu bagi semuanya.,” katanya.

DAPAT APLAUS: Festival Kuntulan Ewon yang melibatkan 1.100 siswa tampil memukau di hadapan tamu undangan peringatan Hardiknas. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
DAPAT APLAUS: Festival Kuntulan Ewon yang melibatkan 1.100 siswa tampil memukau di hadapan tamu undangan peringatan Hardiknas. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

Ia juga menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di lingkungan sekolah formal. Menurutnya, proses belajar dapat dilakukan di mana saja dengan memanfaatkan berbagai sarana yang tersedia.“Pendidikan tidak terbatas di sekolah. Belajar bisa dilakukan di mana saja dengan berbagai sarana yang ada,” ungkapnya.

Mu’ti juga menyoroti pentingnya pelibatan siswa dalam proses pendidika baik formal maupun non-formal, seperti yang dilakukan ketika Kuntulan ewon yang melibatkan 1.100 pelajar. Menurutnya, hal tersebut menjadi contoh bagaimana potensi anak dapat berkembang ketika diberi ruang aktualisasi dan kreatif.

“Pelibatan siswa menunjukkan bagaimana potensi anak bisa tumbuh ketika diberikan ruang untuk aktualisasi dan berkembang. Yang terpenting adalah menumbuhkan rasa percaya diri serta cinta terhadap tanah air, dengan tetap berpijak pada nilai utama budaya masyarakat Banyuwangi,” ujarnya.

Ia menambahkan, di tengah perkembangan zaman, generasi muda perlu memiliki wawasan global tanpa meninggalkan akar budayanya.“Anak harus berwawasan global, tetapi tidak boleh meninggalkan nilai budaya lokal yang luhur,” tegasnya. (ray/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#hari pendidikan nasional #Kuntulan Ewon #mendikdasmen #banyuwangi