Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Mendikdasmen Ingatkan Sekolah Hindari 3K: Temui Perwakilan Sekolah Muhammadiyah Banyuwangi di Ketapang Indah

Fredy Rizki Manunggal • Minggu, 3 Mei 2026 | 13:04 WIB
BINCANG HARDIKNAS: Perwakilan Majelis Dikdasmen PNF PDM Banyuwangi bersama berdiskusi dengan Mendikdasmen Abdul Mu
BINCANG HARDIKNAS: Perwakilan Majelis Dikdasmen PNF PDM Banyuwangi bersama berdiskusi dengan Mendikdasmen Abdul Mu'ti di Hotel Ketapang Indah, Sabtu (2/5). (Fredy Rizki/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID - Kedatangan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti dalam rangka peringatan Hardiknas ke Banyuwangi tidak disia-siakan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyuwangi. Sabtu pagi (2/5), belasan perwakilan pengurus  Majelis Dikdasmen dan Pendidikan Nonformal (PNF) PDM Banyuwangi berdiskusi tentang perkembangan pendidikan di sekolah Muhammadiyah Banyuwangi.

Mereka terdiri dari 10 kepala sekolah Muhammadiyah dari jenjang SD hingga SMK yang dipimpin Ketua Majelis Dikdasmen PNF PDM Banyuwangi, Sujanto. Rombongan juga datang bersama dengan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Banyuwangi, Eko Budi Santosa. Kesempatan itu dimanfaatkan oleh perwakilan sekolah Muhammadiyah untuk mendiskusikan fenomena pendidikan yang terjadi di Banyuwangi saat ini.

Ketua Majelis Dikdasmen PNF PDM Banyuwangi Sujanto mengatakan, pertemuan tersebut menjadi ajang koordinasi sekaligus penyampaian kondisi riil pendidikan Muhammadiyah di Banyuwangi. “Agenda utamanya koordinasi untuk menyampaikan secara langsung kondisi lembaga pendidikan Muhammadiyah di Banyuwangi,” ujarnya.

Sujanto menekankan bahwa prinsip utama pengelolaan pendidikan Muhammadiyah adalah kemandirian. Meski bantuan pemerintah tetap ada, arah pengembangannya disesuaikan dengan kebutuhan dan kebijakan yang berlaku. “Kalau Muhammadiyah mampu mandiri, maka itu yang kita utamakan. Bantuan pemerintah tetap ada, tapi kita tetap mengedepankan kemandirian,” tegasnya.

Menurut Sujanto, hingga saat ini pembangunan berbagai fasilitas pendidikan Muhammadiyah di Banyuwangi masih didominasi oleh pendanaan mandiri. Saat ini, terdapat 43 lembaga pendidikan Muhammadiyah di Banyuwangi yang terus dikembangkan secara bertahap. Dari jumlah tersebut, lima lembaga masuk kategori unggulan dan tengah dipersiapkan menuju level outstanding. “Semua terus kita bina agar bisa meningkat. Targetnya tentu kualitas pendidikan semakin baik dan mampu melayani anak-anak dengan maksimal,” jelasnya.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen)  Abdul Mu'ti menyampaikan pentingnya tata kelola yang sehat dalam pengelolaan sekolah. Dia menekankan agar satuan pendidikan menghindari tiga hal krusial yang bisa menghambat kemajuan, yakni konflik, korupsi, dan pola pikir kolot (3K). “Sekolah yang ingin maju harus menghindari 3K. Jangan ada konflik, jangan ada korupsi, dan jangan kolot,” tegasnya.

Dia menambahkan  kemajuan sekolah sangat ditentukan oleh soliditas internal serta penerapan prinsip good governance dan clean governance. Selain itu, inovasi dan ide kreatif juga menjadi kunci dalam mendorong perkembangan lembaga pendidikan. “Kalau solid, tata kelolanya baik, dan punya ide-ide kreatif, insyaallah sekolah akan berkembang,” ujarnya.

Mu’ti juga menerima berbagai laporan terkait perkembangan sekolah, khususnya jaringan pendidikan Muhammadiyah. Alumnus UIN Syarif Hidayatullah itu menyebut kondisi sekolah cukup beragam. Ada yang sudah bagus, tapi ada juga yang masih perlu perhatian. Karena itu dia menegaskan pentingnya kolaborasi antar sekolah. Lembaga pendidikan yang sudah maju diharapkan dapat mendampingi sekolah lain yang masih berkembang. “Kami dorong yang sudah kuat untuk membantu yang masih belum berkembang,” pungkasnya. (fre/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#Abdul Mu'ti #mendikdasmen #banyuwangi #muhammadiyah