Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Komnas Perempuan Desak Evaluasi Gender Usai Tabrakan Kereta Api di Bekasi Timur, Soroti Lemahnya Sistem Keselamatan

Lugas Rumpakaadi • Kamis, 30 April 2026 | 11:30 WIB
Komnas Perempuan desak evaluasi berperspektif gender usai tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur. (Radar Jogja)
Komnas Perempuan desak evaluasi berperspektif gender usai tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur. (Radar Jogja)

RADARBANYUWANGI.ID - Komnas Perempuan menegaskan urgensi evaluasi berperspektif gender dalam sistem transportasi publik menyusul insiden tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur. Lembaga tersebut menilai aspek keselamatan dan perlindungan bagi kelompok rentan, khususnya perempuan, belum menjadi prioritas yang memadai.

Insiden yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line pada Senin (27/4/2026) malam itu menjadi pengingat keras akan pentingnya pembenahan menyeluruh.

Anggota Komnas Perempuan, Yuni Asrianti, menekankan bahwa evaluasi tidak cukup hanya pada aspek teknis semata, melainkan harus mencakup dimensi keadilan dan keamanan bagi semua pengguna.

“Pentingnya evaluasi berperspektif gender untuk memastikan bahwa standar keselamatan, prosedur darurat, dan desain kebijakan transportasi benar-benar melindungi semua penggunanya dari risiko kecelakaan dan secara khusus perempuan dan kelompok rentan, juga dari kekerasan berbasis gender di ruang publik,” ujarnya, Rabu (29/4/2026), dikutip Antara.

Menurut Yuni, persoalan mendasar terletak pada belum optimalnya infrastruktur dan teknologi perkeretaapian yang dikelola PT KAI. Ia menyoroti masih banyaknya titik perlintasan yang mengandalkan sistem manual, yang berpotensi memperlambat respons dalam situasi darurat.

“Infrastruktur dan teknologi perlintasan kereta masih terbatas, termasuk sistem manual di banyak titik menunjukkan penundaan terjadi dalam kurun waktu lama yang mengindikasikan kelalaian serius dalam penyediaan infrastruktur keselamatan yang memadai, setara dan inklusif bagi semua warga,” tegasnya.

Komnas Perempuan juga menilai bahwa kelompok perempuan pekerja menjadi salah satu pihak yang paling terdampak, mengingat tingginya ketergantungan mereka terhadap transportasi publik untuk mobilitas harian.

Selain mendorong evaluasi, Komnas Perempuan turut menyampaikan belasungkawa mendalam atas korban jiwa dalam tragedi tersebut, yang dilaporkan merenggut nyawa 15 perempuan.

“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas tragedi kecelakaan kereta api… Pikiran dan solidaritas kami bersama para korban, keluarga, dan seluruh pihak yang terdampak,” ujar Yuni.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#kecelakaan kereta Bekasi Timur #Evaluasi Transportasi Publik #Keselamatan Berperspektif Gender #Infrastruktur Perkeretaapian #komnas perempuan