RADARBANYUWANGI.ID - Pemerintah menegaskan komitmen penuh dalam menangani insiden kecelakaan antara Commuter Line dan kereta jarak jauh di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam. Penanganan korban hingga dukungan bagi keluarga menjadi prioritas utama.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan negara tidak akan lepas tangan dalam proses pemulihan pascakejadian tersebut.
“Pemerintah memastikan tidak akan lepas tangan dalam penanganan ini, baik dari sisi perawatan di rumah sakit maupun dukungan melalui mekanisme asuransi,” ujarnya dalam jumpa pers, dikutip Antara.
Menurut Dudy, pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan terus berkoordinasi untuk memastikan korban mendapatkan penanganan maksimal. Selain itu, dukungan kepada keluarga terdampak juga terus diberikan.
“Kami turut berduka cita kepada seluruh keluarga korban,” imbuhnya.
Dalam proses penanganan, PT Jasa Raharja telah bergerak sejak hari pertama untuk melakukan identifikasi serta pendataan korban. Langkah ini menjadi dasar dalam penyaluran santunan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Sejak hari pertama, Jasa Raharja telah terlibat dalam proses identifikasi dan pendataan korban. Untuk mekanisme santunan, akan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” jelas Dudy.
Usai melakukan peninjauan di lokasi, Menhub turut mencoba jalur kereta rel listrik (KRL) dari Bekasi Timur menuju Cikarang. Uji coba tersebut dilakukan sebagai bagian dari proses normalisasi jalur yang sempat terdampak kecelakaan.
Setibanya di Cikarang, Dudy melanjutkan agenda dengan bertakziah ke rumah salah satu korban meninggal dunia, Nurlaela. Dalam kunjungan tersebut, ia kembali menegaskan kehadiran negara dalam mendampingi keluarga korban.
Di sisi lain, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin juga menyampaikan belasungkawa mendalam. KAI turut memberikan santunan kepada keluarga korban.
Tidak hanya itu, dukungan pendidikan juga diberikan sebagai bentuk kepedulian jangka panjang.
“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam. Sebagai bentuk kepedulian, kami juga memberikan santunan serta beasiswa kepada putra dari salah satu korban,” kata Bobby.
Editor : Lugas Rumpakaadi