RADARBANYUWANGI.ID - Kementerian Sosial (Kemensos) menyatakan kesiapan penuh untuk mendampingi keluarga korban kecelakaan kereta yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line relasi Kampung Bandan–Cikarang di Stasiun Bekasi Timur.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa pendampingan akan difokuskan pada dukungan psikososial serta asesmen menyeluruh terhadap keluarga korban.
“Pendampingan difokuskan pada dukungan psikososial serta asesmen menyeluruh untuk memetakan kebutuhan setiap keluarga korban,” ujar Saifullah, Rabu (29/4/2026), dikutip Antara.
Ia menjelaskan, asesmen tersebut penting untuk memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran. Tidak hanya bantuan awal, Kemensos juga membuka peluang dukungan lanjutan sesuai kebutuhan riil keluarga korban.
Menurutnya, apabila dalam proses asesmen ditemukan keluarga korban yang membutuhkan penguatan ekonomi, pemerintah akan menyalurkan bantuan pemberdayaan.
“Kami juga akan memberikan bantuan pemberdayaan apabila ada keluarga korban yang memerlukan dukungan untuk kemandirian ekonomi,” imbuhnya.
Terkait santunan bagi ahli waris korban meninggal dunia, Saifullah menyebut mekanisme tersebut umumnya telah ditangani melalui skema asuransi. Namun, Kemensos tetap memberikan dukungan tambahan berdasarkan hasil asesmen lapangan.
Insiden kecelakaan terjadi pada Senin (27/4/2026) pukul 20.55 WIB di Stasiun Bekasi Timur. Benturan antara dua rangkaian kereta menyebabkan kerusakan signifikan pada KRL, terutama pada gerbong khusus wanita.
Data dari Polda Metro Jaya mencatat sebanyak 15 orang meninggal dunia dalam peristiwa tersebut. Sementara itu, 88 korban lainnya mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi.
Proses identifikasi korban saat ini dilakukan melalui posko Disaster Victim Identification (DVI) di RS Bhayangkara Tingkat I Pusdokkes Polri. Sejumlah keluarga korban telah melapor untuk proses pencocokan data.
Editor : Lugas Rumpakaadi