RADARBANYUWANGI.ID - Duka atas meninggalnya Nurlela, seorang guru sekolah dasar yang menjadi korban kecelakaan tabrakan kereta di Terminal Bekasi Timur, mendapat perhatian serius dari parlemen. Ketua Hetifah Sjaifudian meminta pemerintah segera memberikan santunan yang layak bagi keluarga almarhumah.
Ketua Komisi X DPR RI itu menegaskan, penghargaan terhadap jasa guru tidak boleh berhenti pada kata-kata belasungkawa. Negara, menurutnya, harus hadir secara konkret melalui dukungan finansial dan perlindungan bagi keluarga yang ditinggalkan.
“Saya mendorong agar pemerintah pusat maupun pemerintah daerah memberikan insentif khusus, santunan yang layak, serta perlindungan maksimal kepada keluarga almarhumah. Ini penting sebagai bentuk penghormatan negara kepada guru yang telah mengabdikan hidupnya untuk pendidikan,” ujar Hetifah dalam keterangan resmi, dikutip Antara.
Nurlela diketahui merupakan tenaga pengajar di SDN Pejagan 11, yang berlokasi di wilayah Jakarta Timur. Semasa hidupnya, ia dikenal sebagai sosok berdedikasi tinggi. Bahkan, ia baru saja menyelesaikan pendidikan magister sebagai upaya meningkatkan kualitas diri dalam mengajar.
Menurut Hetifah, dedikasi tersebut menjadi bukti nyata bahwa profesi guru membutuhkan penghargaan yang lebih dari sekadar pengakuan moral. “Dedikasi dan jerih payah almarhumah harus dihargai negara dengan cara memberikan penghargaan yang layak,” tegasnya.
Selain mendorong pemberian santunan, Hetifah juga menyoroti aspek keselamatan transportasi publik. Insiden tragis yang terjadi di Terminal Bekasi Timur dinilai menjadi alarm bagi pemerintah untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh.
Ia menekankan bahwa sistem keselamatan harus menjadi prioritas utama bagi seluruh penyelenggara transportasi. Hal itu penting untuk menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat sebagai pengguna layanan publik.
“Tragedi ini harus menjadi pembelajaran besar agar ke depan peristiwa serupa tidak terulang kembali,” pungkasnya.
Editor : Lugas Rumpakaadi