Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Trans Jatim Malang Bakal Tambah Koridor Baru, Rute Arjosari–Batu hingga Kepanjen Diusulkan

Ali Sodiqin • Kamis, 30 April 2026 | 15:00 WIB
Salah satu armada Bus Trans Jatim melintas di depan Balai Kota Malang, Jumat (24/4). (Darmono/Radar Malang)
Salah satu armada Bus Trans Jatim melintas di depan Balai Kota Malang, Jumat (24/4). (Darmono/Radar Malang)

RADARBANYUWANGI.ID – Perluasan layanan transportasi publik di Malang Raya mulai digodok serius. Pemerintah Kota Malang mengusulkan penambahan dua hingga tiga koridor baru Trans Jatim ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dengan fokus menjangkau wilayah yang selama ini belum terlayani, termasuk Terminal Arjosari.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menegaskan, koridor yang sudah berjalan saat ini belum cukup menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat.

“Koridor I belum menjangkau seluruh wilayah Kota Malang, termasuk Terminal Arjosari yang menjadi pintu masuk utama kota,” ujarnya.

Usulan Rute Strategis Malang Raya

Pemkot Malang mengajukan koridor baru yang menghubungkan wilayah utara hingga barat. Rute tersebut dirancang mengalir dari Terminal Arjosari menuju Kota Batu, kawasan yang selama ini menjadi magnet wisata.

Tak hanya itu, pemkot juga mengusulkan pengembangan rute hingga wilayah timur, yakni menuju Bandara Abdulrachman Saleh.

Sementara satu koridor lain dirancang menjangkau Malang Selatan, dari Terminal Hamid Rusdi hingga Kepanjen, pusat pemerintahan Kabupaten Malang.

“Kami ingin ada konektivitas antarwilayah, Kota Malang, Kabupaten Malang, hingga Kota Batu,” tegas Wahyu.

Target Kurangi Kendaraan Pribadi

Penambahan koridor ini diharapkan mampu menekan penggunaan kendaraan pribadi yang selama ini menjadi penyumbang utama kemacetan.

Selain itu, integrasi transportasi publik diyakini dapat meningkatkan mobilitas masyarakat sekaligus mendukung sektor pariwisata.

“Pergerakan di Kota Malang tidak hanya warga kota. Banyak juga dari Kabupaten Malang, terutama di kawasan wisata,” jelasnya.

Tunggu Keputusan Pemprov

Hingga kini, Pemkot Malang masih menunggu respons dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur terkait usulan tersebut.

Wahyu berharap, tambahan koridor dapat direalisasikan dalam tahun ini agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.

DPRD Dukung, Tapi Soroti Feeder

Dukungan terhadap rencana ini juga datang dari DPRD Kota Malang. Wakil Ketua Komisi C, Dito Arief Nurakhmadi, menilai penambahan koridor menjadi langkah strategis.

Namun, ia mengingatkan agar pemkot tidak melupakan janji pengadaan feeder angkutan kota (angkot) sebagai pendukung utama layanan Trans Jatim.

“Feeder itu penting untuk menjangkau jalan-jalan kecil yang tidak dilalui bus besar,” ujarnya.

Menurutnya, program feeder seharusnya sudah berjalan sejak awal tahun, namun hingga kini belum terealisasi.

Kunci Integrasi Transportasi

Keberadaan feeder dinilai krusial dalam membangun sistem transportasi publik yang terintegrasi. Tanpa itu, jangkauan layanan akan tetap terbatas dan masyarakat sulit beralih dari kendaraan pribadi.

Dengan kombinasi koridor utama dan feeder, diharapkan ekosistem transportasi di Malang Raya menjadi lebih efisien, terjangkau, dan ramah lingkungan.

Momentum Perbaikan Transportasi

Usulan penambahan koridor ini menjadi momentum penting bagi Malang Raya untuk berbenah dalam sektor transportasi.

Jika terealisasi, jaringan Trans Jatim tidak hanya menjadi solusi mobilitas, tetapi juga pendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di kawasan tersebut.

Kini, keputusan ada di tangan pemprov—apakah ekspansi ini bisa segera diwujudkan atau kembali menjadi wacana panjang. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Trans Jatim Malang #koridor baru Trans Jatim #Terminal Arjosari #transportasi Malang Raya #feeder angkot Malang