Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

ASDP Upgrade Dermaga Ponton Ketapang Jadi Movable Bridge 50 Ton, Proyek Dimulai Usai Idul Adha

Fredy Rizki Manunggal • Kamis, 30 April 2026 | 05:30 WIB
DITINGKATKAN JADI MB: Dermaga ponton di Pelabuhan ASDP Ketapang segera di-upgrade. ASDP mempersiapkan pembangunan yang akan dimulai bulan Juni tahun ini. (ASDP for Radar Banyuwangi)
DITINGKATKAN JADI MB: Dermaga ponton di Pelabuhan ASDP Ketapang segera di-upgrade. ASDP mempersiapkan pembangunan yang akan dimulai bulan Juni tahun ini. (ASDP for Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Konektivitas jalur penyeberangan tersibuk di Indonesia segera naik kelas. PT ASDP Indonesia Ferry bersiap meningkatkan kapasitas dermaga ponton di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, menjadi movable bridge (MB) dengan daya dukung hingga 50 ton—lonjakan signifikan untuk melayani kendaraan berat lintas Jawa–Bali.

Proyek strategis ini kini memasuki tahap lelang dan ditargetkan mulai dikerjakan setelah Hari Raya Idul Adha 2026. Jika berjalan sesuai jadwal, peningkatan kapasitas dermaga akan selesai sebelum periode angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.

Dari Ponton ke Movable Bridge 50 Ton

General Manager ASDP Ketapang, Arief Eko Kurniansjah, menjelaskan bahwa peningkatan ini bukan sekadar perbaikan fisik, tetapi transformasi fungsi dermaga.

“Ponton akan ditingkatkan menjadi movable bridge dengan kapasitas minimal 50 ton. Ini kami siapkan berpasangan dengan pengembangan di Gilimanuk,” ujarnya.

Dengan peningkatan tersebut, dermaga nantinya mampu melayani kendaraan logistik bertonase besar secara lebih optimal, sekaligus mempercepat arus distribusi barang antara Pulau Jawa dan Bali.

Sinkronisasi Ketapang–Gilimanuk

Pengembangan tidak hanya dilakukan di Ketapang. Di sisi Bali, dermaga MB II di Pelabuhan Gilimanuk juga akan ditingkatkan kapasitasnya dari sekitar 30 ton menjadi 50 ton.

Langkah ini penting untuk menjaga keseimbangan layanan di kedua sisi pelabuhan, sehingga tidak terjadi bottleneck saat arus kendaraan meningkat.

“Kapasitas harus selaras. Tidak bisa satu sisi besar, sisi lain tertinggal,” tegas Arief.

Pekerjaan Lebih Kompleks di Ketapang

Dibandingkan Gilimanuk, proyek di Ketapang dinilai lebih kompleks. Selain pemasangan movable bridge, juga diperlukan penyesuaian infrastruktur darat, termasuk akses jalan menuju dermaga.

“Di Ketapang pekerjaannya lebih banyak. Ada penyesuaian dari sisi darat untuk mendukung operasional MB,” jelasnya.

Meski demikian, proses fabrikasi komponen movable bridge akan dilakukan secara bersamaan untuk kedua pelabuhan, sehingga target penyelesaian dapat dicapai dalam waktu relatif sama.

Target Rampung Sebelum Nataru 2026

ASDP menargetkan proyek ini selesai sebelum puncak arus libur akhir tahun 2026. Momentum tersebut menjadi ujian utama kesiapan infrastruktur penyeberangan nasional.

“Harapannya sebelum Nataru 2026 sudah bisa digunakan,” tegas Arief.

Dengan peningkatan kapasitas ini, layanan penyeberangan diharapkan lebih lancar, terutama saat menghadapi lonjakan kendaraan logistik dan penumpang.

Minim Gangguan Operasional

ASDP memastikan proses pengerjaan tidak akan mengganggu operasional pelabuhan secara signifikan. Hal ini karena dermaga ponton yang akan ditingkatkan saat ini tidak aktif digunakan.

“Operasional tetap berjalan normal. Paling hanya ada penyesuaian di sisi darat untuk distribusi material,” katanya.

Namun, berbeda di Gilimanuk. Proyek peningkatan di dermaga MB II akan berdampak pada penutupan sementara selama proses pengerjaan.

Lelang Dimulai Mei, Pekerjaan Fisik Juni

Saat ini proyek masih dalam tahap lelang di tingkat pusat. Jika tidak ada kendala, pemenang tender akan diumumkan awal Mei, dengan pekerjaan fisik dimulai sekitar Juni 2026.

Pada tahap awal, pekerjaan lebih banyak difokuskan pada fabrikasi komponen, sehingga dampak di lapangan relatif minim, termasuk saat periode libur sekolah.

Dorong Efisiensi Logistik Nasional

Peningkatan dermaga ini menjadi bagian dari strategi besar memperkuat jalur logistik nasional, khususnya koridor Jawa–Bali yang menjadi salah satu tulang punggung distribusi barang dan mobilitas masyarakat.

Dengan kapasitas hingga 50 ton, dermaga baru diharapkan mampu mengakomodasi kebutuhan transportasi modern yang semakin dinamis.

Proyek ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur, tetapi investasi jangka panjang untuk memastikan konektivitas antarpulau tetap andal, cepat, dan efisien di tengah meningkatnya arus kendaraan dan logistik nasional. (fre/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#dermaga Ketapang upgrade #movable bridge 50 ton #proyek pelabuhan Banyuwangi #Penyeberangan Ketapang Gilimanuk #asdp ketapang gilimanuk