RADARBANYUWANGI.ID - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta kembali melakukan pembatalan sejumlah perjalanan kereta api pada Rabu (29/4/2026). Langkah ini diambil sebagai bagian dari proses normalisasi rangkaian pascakecelakaan yang terjadi di wilayah Bekasi.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyampaikan bahwa kebijakan tersebut dilakukan demi menjaga keselamatan dan kelancaran operasional ke depan.
“KAI Daop 1 Jakarta memohon maaf atas masih adanya pembatalan sejumlah perjalanan kereta api pada hari ini. Hal ini merupakan bagian dari upaya normalisasi rangkaian guna memastikan perjalanan kereta api selanjutnya dapat berjalan dengan tepat waktu, aman dan lancar,” ujarnya, dikutip Antara.
Untuk keberangkatan dari Stasiun Pasar Senen, terdapat lima perjalanan yang dibatalkan, yaitu:
- KA Brantas tujuan Blitar (14.10 WIB)
- KA Jayakarta tujuan Surabaya Gubeng (17.10 WIB)
- KA Majapahit tujuan Malang (17.40 WIB)
- KA Bogowonto tujuan Lempuyangan (18.10 WIB)
- KA Bangunkarta tujuan Jombang (12.25 WIB)
Sementara itu, dari Stasiun Gambir, tiga perjalanan yang dibatalkan meliputi:
- KA Parahyangan tujuan Bandung (07.30 WIB)
- KA Tambahan tujuan Yogyakarta (17.15 WIB)
- KA Purwojaya tujuan Cilacap (07.00 WIB)
Sebagai bentuk tanggung jawab kepada pelanggan, KAI memberikan pengembalian bea tiket sebesar 100 persen. Refund dapat dilakukan hingga tujuh hari setelah tanggal keberangkatan yang tertera pada tiket.
Selain itu, calon penumpang juga diberikan fleksibilitas untuk melakukan penjadwalan ulang atau mengganti perjalanan dengan kereta lain yang masih tersedia.
“Kami memastikan seluruh pelanggan yang terdampak pembatalan akan mendapatkan pengembalian dana secara penuh atau difasilitasi untuk menggunakan perjalanan KA lainnya sesuai ketersediaan,” tutur Franoto.
KAI Daop 1 Jakarta menegaskan bahwa proses normalisasi dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan aspek keselamatan dan pelayanan. Upaya ini diharapkan dapat mengembalikan operasional perjalanan kereta api ke kondisi normal dalam waktu dekat.
Editor : Lugas Rumpakaadi