Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Groundbreaking 20 Mei 2026, Elektrifikasi Jalur Kereta Jakarta-Cikampek hingga Cilegon Diharapkan Tekan Urbanisasi dan Dorong Ekonomi Wilayah

Lugas Rumpakaadi • Rabu, 29 April 2026 | 15:13 WIB
Elektrifikasi jalur kereta Jakarta-Cikampek, Sukabumi, dan Cilegon dimulai 20 Mei 2026. (JawaPos.com)
Elektrifikasi jalur kereta Jakarta-Cikampek, Sukabumi, dan Cilegon dimulai 20 Mei 2026. (JawaPos.com)

RADARBANYUWANGI.ID - Dony Oskaria mengungkapkan rencana dimulainya proyek elektrifikasi jalur kereta api untuk tiga rute strategis pada 20 Mei 2026. Ketiga jalur tersebut meliputi Jakarta–Cikampek, Jakarta–Sukabumi, dan Jakarta–Cilegon.

Rencana itu disampaikan Dony di sela acara Jakarta Globe Insight di Jakarta. Ia menegaskan proyek ini menjadi langkah awal transformasi transportasi berbasis listrik di Indonesia.

“Tahun ini sebetulnya tanggal 20 Mei, kami akan ‘groundbreaking’ untuk elektrifikasi Jakarta-Cikampek, Jakarta Sukabumi dan juga Jakarta-Cilegon,” ujar Dony, dikutip Antara.

Menurutnya, elektrifikasi tidak sekadar meningkatkan layanan transportasi, tetapi juga menjadi instrumen strategis untuk menghidupkan kawasan baru di sepanjang jalur kereta.

Dony menilai, kehadiran kereta listrik akan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kota besar.

“Dengan kita melakukan elektrifikasi, ini mengurangi urbanisasi,” katanya.

Selain itu, elektrifikasi diyakini mampu menekan emisi dan meningkatkan efisiensi operasional transportasi kereta api, sejalan dengan target pembangunan berkelanjutan.

Ia bahkan menegaskan, sektor perkeretaapian hanya memiliki dua indikator kinerja utama.

“Saya selalu bilang bahwa kereta api hanya punya dua KPI. Satu berkaitan dengan safety, yang kedua elektrifikasi,” tegasnya.

Proyek ini merupakan kelanjutan dari kerja sama antara PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT PLN (Persero) yang telah menandatangani nota kesepahaman pada Oktober 2025.

Kesepakatan tersebut menjadi tonggak percepatan elektrifikasi nasional dengan skema business to business (B2B), tanpa melibatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menyebut kerja sama ini membuka peluang besar pengembangan jaringan kereta listrik di berbagai wilayah potensial.

Elektrifikasi juga memberi keuntungan ganda. Bagi KAI, layanan menjadi lebih cepat, nyaman, dan andal. Sementara bagi PLN, proyek ini memperluas pemanfaatan energi bersih di sektor transportasi.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#elektrifikasi kereta api #KAI PLN kerja sama #proyek kereta listrik Indonesia #transportasi ramah lingkungan #net zero emission 2060