Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Menteri PPPA Pastikan Pemulihan Psikologis Korban Kecelakaan Kereta Api di Bekasi Timur Berjalan Optimal

Lugas Rumpakaadi • Rabu, 29 April 2026 | 14:56 WIB
Menteri PPPA Arifah Fauzi pastikan korban kecelakaan KA di Bekasi Timur mendapat layanan medis. (JawaPos.com)
Menteri PPPA Arifah Fauzi pastikan korban kecelakaan KA di Bekasi Timur mendapat layanan medis. (JawaPos.com)

RADARBANYUWANGI.ID - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, memastikan korban luka dan keluarga terdampak kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur memperoleh penanganan optimal. Selain perawatan medis, layanan dukungan psikososial menjadi prioritas.

Kepastian itu disampaikan Arifah saat menjenguk korban di RSUD Dr Chasbullah Abdulmadjid. Ia menekankan pentingnya pemulihan mental dalam situasi darurat pascakecelakaan.

“Dalam situasi darurat ini, pemulihan psikologis merupakan bagian yang sangat penting. Kami akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah, UPTD PPA, layanan SAPA 129, serta mitra lainnya agar dukungan psikososial berjalan optimal,” ujar Arifah dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (28/4/2026), dikutip Antara.

Menurut dia, dukungan tersebut mencakup pendampingan awal, layanan konseling, hingga rujukan lanjutan bagi korban yang membutuhkan penanganan lebih intensif.

Kementerian PPPA juga menyampaikan duka cita mendalam atas korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Berdasarkan data Polda Metro Jaya, kecelakaan yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line pada Senin (27/4/2026) malam itu menyebabkan 15 orang meninggal dunia dan 84 lainnya luka-luka.

“Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya saudara-saudara kita akibat kecelakaan ini. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan,” kata Arifah.

Upaya penanganan darurat dilakukan secara masif. Sebanyak 163 unit ambulans dikerahkan dari berbagai unsur, termasuk Public Safety Center (PSC) 119, rumah sakit daerah, puskesmas, serta dukungan dari PMI, Polri, dan relawan.

Sejumlah fasilitas kesehatan di wilayah Bekasi turut dilibatkan, di antaranya puskesmas Karangkitri, Arenjaya, Bekasi Jaya, hingga Pondok Gede dan Pekayon Jaya. Proses evakuasi, triase, dan penanganan medis dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.

Arifah mengapresiasi respons cepat seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan insiden tersebut. Namun demikian, penyebab pasti kecelakaan masih dalam tahap investigasi oleh otoritas terkait, termasuk unsur perkeretaapian dan kepolisian.

“Kami mengapresiasi respons cepat tenaga kesehatan, rumah sakit, relawan, serta aparat yang telah bergerak cepat. Saat ini penyebab kecelakaan masih dalam proses investigasi,” tegasnya.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#kecelakaan kereta Bekasi Timur #KA Argo Bromo Anggrek tabrakan #Arifah Fauzi PPPA #dukungan psikososial korban #penanganan darurat Bekasi