Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Menkomdigi Meutya Hafid Minta Publik Bijak Sebarkan Informasi Kecelakaan Kereta Bekasi Timur

Lugas Rumpakaadi • Rabu, 29 April 2026 | 14:06 WIB
Menkomdigi Meutya Hafid mengimbau masyarakat bijak menyebarkan informasi kecelakaan kereta di Bekasi Timur. (JawaPos.com)
Menkomdigi Meutya Hafid mengimbau masyarakat bijak menyebarkan informasi kecelakaan kereta di Bekasi Timur. (JawaPos.com)

RADARBANYUWANGI.ID - Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menyebarkan informasi terkait kecelakaan kereta api yang terjadi di Bekasi Timur. Imbauan tersebut disampaikan menyusul maraknya konten insiden yang beredar di ruang digital.

Dalam keterangannya di kantor Kementerian Komunikasi dan Digital, Selasa, Meutya menegaskan pentingnya memastikan akurasi informasi sebelum dibagikan ke publik.

“Kita mengimbau betul tidak ada yang memanfaatkan peristiwa musibah seperti ini. Apalagi untuk menyebarkan hoaks atau berita tidak benar,” ujarnya, dikutip Antara.

Menurut dia, selain berpotensi disalahgunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab, penyebaran konten yang tidak tepat juga dapat berdampak psikologis bagi korban maupun keluarga.

Meutya menyoroti pentingnya empati publik dalam menyikapi tragedi tersebut. Ia mengingatkan bahwa tayangan visual atau narasi yang tidak perlu justru dapat memicu trauma lanjutan.

“Jadi kita betul-betul mengimbau agar penayangan dari peristiwa-peristiwa kecelakaan kereta api yang tidak perlu itu tolong tidak disebarkan secara tidak bertanggung jawab karena kita harus menghormati perasaan para korban dan juga keluarga,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menilai tingkat literasi digital masyarakat Indonesia semakin baik. Karena itu, pemerintah tidak perlu melakukan intervensi khusus selama masyarakat mampu mengedepankan nilai kemanusiaan.

“Ini semuanya atas dasar kemanusiaan, untuk tidak melakukan sharing yang berlebihan, tidak melakukan sharing yang misinformasi, tidak melakukan hal-hal yang kira-kira berdampak tidak baik bagi korban maupun keluarganya,” tambahnya.

Sebagaimana diketahui, kecelakaan kereta di Bekasi Timur terjadi pada Senin (27/4) malam. Insiden tersebut melibatkan tabrakan antara kereta api jarak jauh dan kereta rel listrik (KRL) di area stasiun. Berdasarkan data terbaru hingga Selasa (28/4) pukul 13.26 WIB, tercatat 15 orang meninggal dunia dan 88 lainnya mengalami luka-luka.

Pemerintah mengajak masyarakat untuk fokus pada dukungan terhadap proses penanganan korban dan pemulihan pascakecelakaan, alih-alih memperkeruh suasana dengan penyebaran informasi yang tidak terverifikasi.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#literasi digital Indonesia #kecelakaan kereta Bekasi Timur #Meutya Hafid imbauan hoaks #berita kecelakaan KRL terbaru #etika berbagi informasi