Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pemerintah Kucurkan Rp4 Triliun dari APBN untuk Benahi 1.800 Perlintasan Kereta Api di Jawa

Lugas Rumpakaadi • Rabu, 29 April 2026 | 13:23 WIB
Pemerintah menyiapkan Rp4 triliun dari APBN untuk perbaikan 1.800 perlintasan kereta di Jawa. (JawaPos.com)
Pemerintah menyiapkan Rp4 triliun dari APBN untuk perbaikan 1.800 perlintasan kereta di Jawa. (JawaPos.com)

RADARBANYUWANGI.ID - Pemerintah memastikan anggaran sekitar Rp4 triliun untuk perbaikan 1.800 titik perlintasan kereta api (KA) di Pulau Jawa bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Langkah ini ditempuh untuk meningkatkan keselamatan transportasi publik yang selama ini dinilai masih rawan kecelakaan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa pembiayaan program tersebut berasal dari kas negara. “Ya kalau anggaran kan selalu sumbernya sama (APBN),” ujarnya saat ditemui di Jakarta, Selasa (28/4/2026), dikutip Antara.

Senada, Kepala BP BUMN Dony Oskaria menyebut program perbaikan lintasan kereta merupakan bagian dari agenda strategis pemerintah pada 2026. Ia menekankan bahwa aspek keselamatan menjadi pertimbangan utama.

“Itu (anggaran) dari pemerintah. Dari kami juga ada bujet, tapi dari pemerintah ini kan Kementerian Perhubungan yang memang menangani prasarana perkeretaapian,” jelasnya.

Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan komitmen pemerintah untuk mengalokasikan anggaran besar demi memperbaiki ribuan perlintasan sebidang. Pernyataan itu disampaikan saat meninjau korban kecelakaan kereta di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid.

“Kita perhitungkan sekitar hampir Rp4 T ya, Rp4 triliun. Demi keselamatan,” kata Presiden.

Menurut Prabowo, kondisi perlintasan saat ini banyak yang merupakan peninggalan era kolonial dan belum mendapatkan penanganan komprehensif selama puluhan tahun. Bahkan, sebagian besar titik masih tanpa penjagaan, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan.

Pemerintah pun menyiapkan dua skema penanganan, yakni pembangunan pos jaga dan pembangunan jembatan layang (flyover). “Saya akan perintahkan segera kita akan perbaiki semua ya lintasan tersebut, apakah dengan dilakukan pos jaga atau dengan flyover,” tegasnya.

Untuk wilayah Bekasi, Presiden telah menyetujui pembangunan flyover melalui skema bantuan presiden. Langkah ini diambil mengingat tingginya kepadatan lalu lintas serta urgensi penanganan di kawasan tersebut.

Pemerintah daerah setempat sebelumnya juga telah mengusulkan pembangunan flyover sepanjang ribuan meter guna menekan potensi kecelakaan di titik rawan.

Pemerintah menargetkan perbaikan ini mampu menuntaskan persoalan keselamatan di perlintasan sebidang yang telah terbengkalai sejak hampir 80 tahun lalu, sekaligus memperkuat peran kereta api sebagai moda transportasi massal andalan masyarakat.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Flyover Bekasi #anggaran APBN 2026 #perlintasan kereta api #prabowo subianto #keselamatan transportasi