RADARBANYUWANGI.ID - Komisi V DPR RI mendesak Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) segera melakukan investigasi menyeluruh atas kecelakaan kereta api yang melibatkan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di wilayah Bekasi.
Anggota Komisi V DPR RI Danang Wicaksana Sulistya menegaskan, investigasi komprehensif diperlukan untuk mengungkap penyebab pasti insiden tersebut, baik dari sisi teknis, faktor manusia, maupun persoalan di perlintasan sebidang.
“Perlu investigasi lebih lanjut oleh KNKT untuk mengetahui secara detail penyebab kecelakaan ini, apakah faktor teknis, human error, atau masalah di perlintasan,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Selasa (28/4/2026), dikutip Antara.
Informasi awal yang dihimpun, lanjut Danang, menunjukkan kecelakaan tersebut diduga bermula dari insiden di perlintasan sebidang JPL 85. Dalam kejadian itu, terdapat dugaan keterlibatan kendaraan taksi listrik yang memicu rangkaian peristiwa hingga berujung tabrakan antar kereta.
Menurut dia, kejadian ini kembali menegaskan kerentanan perlintasan sebidang yang hingga kini masih menjadi titik rawan kecelakaan transportasi. Karena itu, penguatan sistem pengamanan dinilai mendesak dilakukan.
Komisi V DPR RI, kata Danang, akan terus memantau proses investigasi sekaligus mendorong operator kereta dan otoritas perhubungan meningkatkan standar keselamatan secara menyeluruh.
Upaya tersebut mencakup evaluasi sistem pengamanan di perlintasan sebidang, mulai dari pemanfaatan teknologi, peningkatan peran petugas di lapangan, hingga penegakan disiplin masyarakat dalam mematuhi aturan lalu lintas di jalur kereta api.
Danang menekankan bahwa perbaikan sistem keselamatan harus berbasis pada hasil investigasi agar kebijakan yang diambil tepat sasaran dan berkelanjutan.
“Kami berharap hasil investigasi KNKT nantinya dapat menjadi dasar perbaikan sistem keselamatan transportasi perkeretaapian di Indonesia,” katanya.
Dorongan percepatan investigasi ini menjadi bagian dari langkah preventif untuk mencegah terulangnya kecelakaan serupa, sekaligus memastikan keselamatan penumpang tetap menjadi prioritas utama dalam layanan transportasi publik.
Editor : Lugas Rumpakaadi