Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

KNKT Diminta Usut Tuntas Kecelakaan Kereta Api Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur, DPR Soroti Faktor Teknis hingga Human Error

Lugas Rumpakaadi • Rabu, 29 April 2026 | 08:52 WIB
Pemerintah siapkan rumah sakit rujukan untuk korban tabrakan kereta di Bekasi. (JawaPos.com)
DPR mendesak KNKT mengusut kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur. (JawaPos.com)

RADARBANYUWANGI.ID - Anggota Komisi V DPR RI, Danang Wicaksana Sulistya, mendesak Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk mengusut tuntas kecelakaan antara Kereta Api Argo Bromo Anggrek dan Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat.

Danang menegaskan, investigasi menyeluruh menjadi langkah krusial untuk mengungkap penyebab pasti insiden serta mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

“Perlu investigasi lebih lanjut oleh KNKT untuk mengetahui secara detail penyebab kecelakaan ini, apakah faktor teknis, human error (kelalaian manusia), atau masalah di perlintasan,” ujarnya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (28/4/2026), dikutip Antara.

Sebagai mitra kerja di bidang perhubungan, Komisi V DPR RI akan terus memantau perkembangan proses investigasi tersebut. Danang juga meminta seluruh pihak terkait, termasuk operator kereta api dan otoritas perhubungan, meningkatkan standar keselamatan secara menyeluruh.

Menurut dia, perhatian khusus perlu diberikan pada perlintasan sebidang yang hingga kini masih menjadi titik rawan kecelakaan. Insiden yang terjadi pada Senin (27/4/2026) malam itu menjadi salah satu bukti kerentanan tersebut.

Ia menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan perlintasan, mulai dari pemanfaatan teknologi, kesiapan petugas penjaga, hingga kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan lalu lintas di jalur kereta api.

“Kami berharap hasil investigasi KNKT nantinya dapat menjadi dasar perbaikan sistem keselamatan transportasi perkeretaapian di Indonesia,” ucapnya.

Berdasarkan informasi awal, kecelakaan diduga bermula dari sebuah taksi listrik berwarna hijau yang tertemper KRL di Jalur Perlintasan Langsung (JPL) nomor 85. Insiden tersebut memicu rangkaian kejadian lanjutan.

Sebuah KRL lain tertahan di belakang rangkaian yang terlibat insiden awal. Dalam kondisi tersebut, kereta jarak jauh relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi, yakni KA Argo Bromo Anggrek, kemudian menabrak bagian belakang KRL yang berhenti.

Rangkaian peristiwa beruntun ini memperlihatkan adanya potensi persoalan sistemik, baik dari sisi pengelolaan lalu lintas kereta maupun pengamanan di perlintasan sebidang.

Sementara itu, KNKT telah mengerahkan tim untuk melakukan investigasi di lokasi kejadian. Ketua Tim Humas KNKT, Anggo Anurogo, memastikan tim sudah berada di lapangan sejak malam kejadian.

“Tim investigasi KNKT sudah berada di lokasi kejadian dari tadi malam untuk mengumpulkan fakta dan informasi di lapangan,” ujarnya.

Pengumpulan data di lokasi diharapkan mampu memberikan gambaran utuh terkait penyebab kecelakaan. Hasil investigasi nantinya akan menjadi dasar rekomendasi perbaikan sistem keselamatan transportasi perkeretaapian nasional.

DPR pun menegaskan akan mengawal proses tersebut hingga tuntas, guna memastikan keselamatan publik menjadi prioritas utama dalam operasional transportasi kereta api di Indonesia.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#KNKT investigasi #KRL Bekasi Timur #keselamatan perlintasan #argo bromo anggrek #kecelakaan kereta api