RADARBANYUWANGI.ID - PT Jasa Raharja bergerak cepat menangani korban kecelakaan yang melibatkan Kereta Rel Listrik (KRL) dan kereta jarak jauh di Bekasi Timur, Jawa Barat. Perusahaan pelat merah itu telah menerbitkan surat jaminan biaya perawatan kepada delapan rumah sakit yang merawat para korban.
Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, menegaskan langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh korban mendapatkan layanan medis tanpa hambatan administratif.
“Kami memastikan seluruh korban mendapatkan jaminan perlindungan dasar. Untuk korban meninggal dunia, santunan akan kami serahkan secepat mungkin,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (28/4/2026), dikutip Antara.
Awaluddin menambahkan, seluruh korban baik meninggal dunia maupun luka-luka dijamin sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 1964. Untuk korban meninggal dunia, santunan dasar sebesar Rp50 juta diberikan kepada ahli waris.
Selain itu, melalui anak usaha Jasaraharja Putera yang bekerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia, tersedia tambahan santunan Rp40 juta. Dengan demikian, total santunan bagi korban meninggal dunia dapat mencapai Rp90 juta.
Sementara itu, korban luka-luka mendapatkan jaminan biaya perawatan hingga Rp20 juta dari Jasa Raharja. Tambahan jaminan hingga Rp30 juta juga disediakan oleh Jasaraharja Putera.
Awaluddin menegaskan pihaknya terus memantau perkembangan di lapangan, mengingat kemungkinan adanya tambahan korban yang dirujuk ke rumah sakit lain.
“Kami terus memonitor perkembangan di lapangan karena masih dimungkinkan adanya tambahan korban yang dirujuk ke rumah sakit lainnya,” katanya.
Selain itu, koordinasi intensif dilakukan dengan pihak rumah sakit, kepolisian, dan operator perkeretaapian guna mempercepat penanganan korban.
“Kami juga menyampaikan terima kasih atas kolaborasi dan sinergi seluruh instansi yang telah membantu percepatan penanganan korban. Prinsip kami, tidak boleh ada korban yang tertunda penanganannya,” tegas Awaluddin.
Berdasarkan data sementara hingga Selasa pukul 08.45 WIB, tercatat 14 orang meninggal dunia dan 84 lainnya mengalami luka-luka. Seluruh korban saat ini masih dalam penanganan di berbagai fasilitas kesehatan.
Editor : Lugas Rumpakaadi