Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pemerintah Siagakan RS Rujukan, Menkes Budi Gunadi Pastikan Penanganan Maksimal Korban Tabrakan Kereta Bekasi

Lugas Rumpakaadi • Selasa, 28 April 2026 | 15:19 WIB
Pemerintah siapkan rumah sakit rujukan untuk korban tabrakan kereta di Bekasi. (JawaPos.com)
Pemerintah siapkan rumah sakit rujukan untuk korban tabrakan kereta di Bekasi. (JawaPos.com)

RADARBANYUWANGI.ID - Pemerintah menyiapkan langkah cepat untuk penanganan korban kecelakaan kereta di Bekasi, Jawa Barat. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan sejumlah rumah sakit rujukan telah disiagakan untuk menangani korban yang membutuhkan perawatan lanjutan.

Insiden tabrakan melibatkan kereta jarak jauh dan KRL Commuter Line terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam (27/4/2026). Peristiwa tersebut menimbulkan korban jiwa dan puluhan korban luka.

Budi menyampaikan duka mendalam atas kejadian tersebut. “Kami sangat sedih atas peristiwa ini dan berharap para korban yang dirawat dapat segera pulih,” ujarnya di Jakarta, Selasa (28/4/2026), dikutip Antara.

Ia menegaskan, Kementerian Kesehatan telah menyiapkan rumah sakit rujukan untuk menangani kasus dengan tingkat keparahan tertentu. “Yang kita support, kalau mereka butuh rujukan, kalau luka-lukanya, traumanya itu butuh rujukan yang lebih lanjut kita bisa kasih ke Rumah Sakit PON atau RSCM,” kata Budi.

Rumah sakit yang dimaksud antara lain Rumah Sakit Pusat Otak Nasional dan RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo. Selain itu, dukungan layanan kesehatan mental juga disiapkan melalui RSJ Dr. Soeharto Heerdjan.

Menurut Budi, saat ini sebagian besar korban telah ditangani di rumah sakit milik pemerintah DKI Jakarta. “Kalau mereka membutuhkan mental health, perawatan, rumah sakit jiwa kita juga bisa bantu mereka,” tambahnya.

Sementara itu, kronologi kejadian bermula saat KA Argo Bromo Anggrek berangkat dari Gambir menuju Surabaya pukul 20.30 WIB. Pada pukul 20.52 WIB, KRL dengan kode 5181B tujuan Jakarta menabrak kendaraan yang mogok di perlintasan Jalan Ampera. KRL lain, dengan kode 5568A tujuan Cikarang, tertahan di stasiun.

Lima menit berselang, tepatnya pukul 20.57 WIB, KA Argo Bromo Anggrek menabrak rangkaian KRL yang tertahan tersebut. Lokomotif kereta jarak jauh bahkan masuk hingga separuh gerbong paling belakang KRL.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui Direktur Utama Bobby Rasyidin menyampaikan data terbaru korban. Hingga Selasa pagi pukul 08.45 WIB, tercatat 14 orang meninggal dunia.

“Data sementara menunjukkan 14 korban meninggal dunia, sementara puluhan lainnya mengalami luka dan telah mendapatkan penanganan,” ujar Bobby.

Korban meninggal dunia telah dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi. Adapun 84 korban luka kini dirawat di berbagai fasilitas kesehatan.

Pemerintah menegaskan akan terus memantau kondisi korban dan memastikan seluruh kebutuhan medis, termasuk trauma fisik dan psikologis, dapat tertangani secara optimal.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Kecelakaan kereta Bekasi #tabrakan KRL dan KA Argo Bromo #korban kecelakaan kereta Indonesia #rumah sakit rujukan korban kecelakaan #budi gunadi sadikin