Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Uji Coba B50 di Kereta Api Dimulai, Indonesia Klaim Jadi Pelopor Biodiesel Tingkat Tinggi Dunia

Lugas Rumpakaadi • Selasa, 28 April 2026 | 09:21 WIB
Pemerintah wajibkan biodiesel B50 mulai Juli 2026. (Antara)
Kementerian ESDM mulai uji coba bahan bakar B50 pada kereta api di Lempuyangan Yogyakarta. (Antara)

RADARBANYUWANGI.ID - Pemerintah kian mempercepat langkah menuju kemandirian energi hijau. Melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), uji coba penggunaan bahan bakar B50 resmi dimulai pada sektor perkeretaapian.

Tahap awal ditandai dengan pengisian perdana untuk uji genset dan lokomotif di Depo PUK Lempuyangan, Yogyakarta, Senin (21/4/2026). Pengujian ini menjadi bagian penting dalam hilirisasi industri sawit nasional sekaligus penguatan energi berbasis domestik.

B50 merupakan campuran 50 persen solar dan 50 persen biodiesel berbasis minyak nabati. Sektor kereta api dipilih karena konsumsi energinya besar serta perannya strategis dalam transportasi penumpang dan logistik.

Direktur Jenderal EBTKE ESDM, Eniya Listiani Dewi, menegaskan bahwa pengujian dilakukan dalam kondisi nyata operasional. Uji mencakup genset kereta rute Lempuyangan–Jakarta selama 2.400 jam, serta lokomotif rute Surabaya–Jakarta selama enam bulan.

“Kita melaksanakan uji di kondisi yang sesungguhnya untuk bisa melihat hasilnya seperti apa. Targetnya, seluruh rangkaian uji penggunaan B50 di perkeretaapian akan selesai pada Oktober 2026,” ujarnya, dikutip Antara.

Menurut Eniya, Indonesia saat ini menjadi pionir global dalam pengembangan bahan bakar nabati tingkat tinggi. Tidak adanya referensi internasional justru menjadi tantangan sekaligus kebanggaan tersendiri.

“Bahkan tidak ada rujukan teknis yang bisa kita akses. Jadi tidak ada contohnya, ini yang membuat kebanggaan kita sendiri,” tegasnya.

Program B50 ditargetkan mulai diterapkan secara komersial pada 1 Juli 2026. Sebelumnya, uji jalan telah dilakukan sejak Desember 2025 di berbagai sektor, termasuk otomotif, pertambangan, alat pertanian, hingga perkapalan.

Sektor perkeretaapian menjadi tahap akhir pengujian, menyesuaikan dengan padatnya jadwal operasional selama periode angkutan Lebaran.

Dukungan juga datang dari PT Kereta Api Indonesia (KAI). Direktur Pengelola Sarana Prasarana KAI, Heru Kuswanto, menyatakan kesiapan perusahaan dalam mendukung transisi energi nasional.

Dalam uji coba ini, KA Bogowonto digunakan sebagai objek evaluasi performa mesin pada beban tinggi.

“Tujuan utama biodiesel B50 adalah untuk memperkuat ketahanan energi nasional dan mewujudkan energi hijau yang lebih berkelanjutan. Hal yang paling penting dipastikan adalah menjaga keselamatan, keamanan, dan evaluasi teknis berkelanjutan,” jelas Heru.

Kolaborasi antara Kementerian ESDM, Lemigas, dan PT KAI diharapkan mampu menekan emisi karbon secara signifikan. Selain itu, pemanfaatan B50 juga menjadi strategi untuk mengoptimalkan potensi kelapa sawit nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar fosil.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#biodiesel #b50 #indonesia #Kereta Api