Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Koster Tagih Kepastian Tol Gilimanuk–Mengwi, Proyek Mandek Bikin Pemprov Bali “Malu” ke Warga

Ali Sodiqin • Selasa, 28 April 2026 | 19:00 WIB
Gubernur Bali, Wayan Koster. (Ni Kadek Novi Febriani/Radar Bali)
Gubernur Bali, Wayan Koster. (Ni Kadek Novi Febriani/Radar Bali)

RADARBANYUWANGI.ID – Gubernur Bali I Wayan Koster tak lagi menahan kegelisahan. Di hadapan pemerintah pusat, ia secara terbuka menagih kepastian kelanjutan proyek Tol Gilimanuk–Mengwi yang hingga kini masih mandek, meski sudah lama digadang-gadang menjadi tulang punggung konektivitas Pulau Dewata.

Dalam forum resmi Rapat Kerja (Raker) dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi V DPR RI, Koster menyuarakan tekanan dari masyarakat yang terus mempertanyakan nasib proyek tersebut.

“Kami ditunggu-tunggu masyarakat. Jalan tol ini sudah lama direncanakan, tapi belum ada perkembangan berarti. Kami sampai malu karena terus ditanya,” tegasnya.


Proyek Lama, Realisasi Tak Kunjung Jelas

Tol Gilimanuk–Mengwi bukan proyek baru. Rencana pembangunan jalan bebas hambatan ini telah bergulir selama bertahun-tahun, bahkan sempat memasuki tahap awal konstruksi.

Namun hingga kini, progresnya justru terhenti. Padahal, penetapan lokasi (penlok) lahan sudah dilakukan lebih dari dua tahun lalu. Dampaknya, lahan yang masuk trase tol tidak bisa dimanfaatkan masyarakat.

Kondisi ini menambah tekanan sosial di lapangan. Warga yang lahannya terdampak kini berada dalam ketidakpastian—tidak bisa menggunakan lahan, tetapi juga belum mendapatkan kejelasan proyek.

“Kami mohon kepastian. Karena masyarakat sudah terdampak sejak penetapan lokasi,” ujar Koster.


Respons Pemerintah: Masih Tahap Persiapan Ulang

Menanggapi desakan tersebut, Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti memastikan proyek tetap masuk dalam rencana strategis nasional.

Namun, saat ini pemerintah masih melakukan sejumlah tahapan krusial, mulai dari:

Proyek sepanjang 96,48 kilometer ini akan kembali ditawarkan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

“Pengadaan badan usaha jalan tol diharapkan mulai 2027, dengan target operasi pada 2031,” jelas Diana.


Investasi Rp12,7 Triliun, Pangkas Waktu Tempuh 50 Persen

Tol Gilimanuk–Mengwi diproyeksikan menjadi salah satu proyek infrastruktur terbesar di Bali dengan nilai investasi mencapai Rp12,7 triliun.

Rinciannya meliputi:

Jika terealisasi, tol ini akan memangkas waktu tempuh dari Gilimanuk ke Mengwi secara signifikan—dari sekitar enam jam menjadi hanya tiga jam.

Efisiensi ini dinilai krusial untuk mendukung mobilitas logistik dan pariwisata di Bali, terutama konektivitas dari Bali Barat ke kawasan selatan yang menjadi pusat wisata.


Jejak Proyek: Dari Groundbreaking hingga Gagal Lanjut

Perjalanan proyek ini tidak mulus. Pada 2022, pembangunan sempat dimulai dengan seremoni groundbreaking. Bahkan, Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) telah diteken pada 2023.

Namun, proyek akhirnya terhenti setelah Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Tol Jagat Kerthi Bali mundur.

Penyebabnya, kewajiban pengadaan lahan dan financial close tidak terpenuhi. Akibatnya, perjanjian resmi diakhiri pada Agustus 2023.


Antara Harapan dan Ketidakpastian

Kini, proyek Tol Gilimanuk–Mengwi kembali berada di titik awal—menunggu kepastian skema baru dan minat investor.

Di satu sisi, pemerintah pusat masih optimistis proyek ini bisa berjalan dengan pendekatan baru. Namun di sisi lain, tekanan dari pemerintah daerah dan masyarakat terus menguat.

Bagi Bali, proyek ini bukan sekadar infrastruktur. Ini adalah simbol komitmen pemerintah dalam menjaga daya saing pariwisata dan konektivitas wilayah.

Koster pun menegaskan satu hal: Bali butuh kepastian, bukan sekadar janji.

Jika tidak segera direalisasikan, proyek yang sudah lama dinanti ini berisiko kehilangan momentum—dan kepercayaan publik. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Tol Gilimanuk Mengwi mandek #I Wayan Koster Bali #KPBU jalan tol Indonesia #investasi tol Rp12 triliun #proyek tol Bali 2026