Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

KA Sangkuriang Bandung–Banyuwangi Segera Meluncur, KAI dan Pemkab Percepat Integrasi Transportasi Pariwisata

Ali Sodiqin • Sabtu, 25 April 2026 | 05:30 WIB
KA Sangkuriang rute Bandung–Banyuwangi segera beroperasi. KAI dan Pemkab dorong integrasi transportasi untuk genjot pariwisata. (foto: banyuwangitourism.com)
KA Sangkuriang rute Bandung–Banyuwangi segera beroperasi. KAI dan Pemkab dorong integrasi transportasi untuk genjot pariwisata. (foto: banyuwangitourism.com)

RADARBANYUWANGI.ID – Akses wisata menuju Banyuwangi kian terbuka lebar. PT Kereta Api Indonesia (KAI) bersama Pemerintah Kabupaten Banyuwangi tancap gas memperkuat konektivitas dengan menghadirkan kereta api langsung dari Bandung ke ujung timur Pulau Jawa.

Langkah strategis itu mengemuka dalam pertemuan antara KAI Daop 9 Jember dan Pemkab Banyuwangi yang membahas integrasi antarmoda hingga peningkatan layanan berbasis pariwisata.

Salah satu poin krusial adalah peluncuran KA Sangkuriang relasi Bandung–Banyuwangi. Kereta ini dijadwalkan mulai beroperasi dari Bandung pada 1 Mei, sementara keberangkatan perdana dari Banyuwangi berlangsung 2 Mei dengan estimasi tiba pukul 06.52 WIB.

Dilansir dari laman banyuwangitourism.com, Vice President Daop 9 Jember, Hengky Prasetyo, menyebut kehadiran KA Sangkuriang sebagai terobosan penting dalam meningkatkan kualitas layanan sekaligus mendukung mobilitas wisatawan.

Baca Juga: Purbaya Kaget Wacana PPN Jalan Tol di Renstra DJP, Menkeu: Saya Belum Tahu, Akan Saya Cek

“Rute langsung Ketapang–Bandung tanpa transit memberikan kemudahan dan efisiensi perjalanan bagi pelanggan. Ini pengalaman baru yang lebih praktis,” ujarnya.


Dongkrak Pariwisata hingga 12 Persen

Penguatan konektivitas kereta api bukan tanpa alasan. Sektor ini terbukti menyumbang sekitar 12 persen terhadap pertumbuhan pariwisata Banyuwangi. Bahkan, lonjakan wisatawan dalam beberapa waktu terakhir mencapai 76 persen.

Dengan tren tersebut, Pemkab Banyuwangi optimistis kehadiran KA baru akan menjadi motor penggerak ekonomi daerah.

Tak berhenti di situ, KAI juga menyiapkan penyesuaian jadwal perjalanan pada November mendatang agar selaras dengan keberangkatan kapal cepat di Pelabuhan Ketapang. Sinkronisasi ini diharapkan menciptakan sistem transportasi yang terintegrasi dari darat hingga laut.


Stasiun Disulap Lebih Modern

Untuk mendukung kenyamanan penumpang, sejumlah stasiun utama di Banyuwangi seperti Stasiun Banyuwangi Kota, Stasiun Ketapang, Rogojampi, dan Kalisetail tengah menjalani renovasi bertahap.

Baca Juga: Suzuki APV 2026 Bertahan di Tengah Gempuran Mobil Listrik, Andalkan Ketangguhan dan Biaya Murah

Selain pembenahan fisik, digitalisasi layanan juga diperkuat. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi berencana memasang dua unit TV layar sentuh di area Tourist Information Center (TIC).

Perangkat ini akan menampilkan informasi lengkap mulai dari agenda Banyuwangi Festival, destinasi wisata, hingga akses transportasi lanjutan.

“Kami ingin wisatawan yang turun dari kereta langsung mendapatkan panduan lengkap,” kata Kus Hardini.

Tak hanya itu, sejumlah fasilitas pendukung seperti locker, shower, mobil listrik, hingga manajemen sewa kendaraan juga tengah dirancang untuk meningkatkan pengalaman pengguna (user experience).


UMKM Lokal Dapat Panggung

Kolaborasi ini juga diarahkan untuk memperkuat ekonomi lokal. KAI membuka peluang bagi pelaku UMKM binaan Pemkab Banyuwangi untuk mengisi area stasiun dengan produk khas daerah.

Langkah ini diharapkan menjadi etalase oleh-oleh bagi wisatawan sebelum meninggalkan Banyuwangi.

Baca Juga: Simulasi 50 Soal Tryout CAT Koperasi Merah Putih, Lengkap dengan Kunci Jawaban

“Ini kesempatan bagi UMKM untuk menjangkau pasar lebih luas,” ujar RR Nanin Oktaviantie.


Skema Diskon dan Sinergi Berkelanjutan

Tak hanya konektivitas dan fasilitas, KAI dan Pemkab juga tengah menyiapkan program diskon khusus bagi penumpang kereta. Rencananya, pemegang tiket akan mendapat potongan harga di hotel dan pusat oleh-oleh.

Namun, skema tersebut masih menunggu finalisasi melalui nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama (PKS).

Di sisi lain, sinergi komunikasi antara KAI dan Pemkab Banyuwangi akan terus diperkuat. Edukasi keselamatan di perlintasan sebidang hingga informasi layanan transportasi akan menjadi agenda rutin.

Dengan langkah terintegrasi ini, Banyuwangi tidak hanya memperluas akses wisata, tetapi juga membangun ekosistem transportasi yang aman, nyaman, dan berkelanjutan—sekaligus mempertegas posisinya sebagai salah satu destinasi unggulan di Indonesia. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#KA Sangkuriang #integrasi antarmoda #transportasi kereta api #KAI Daop 9 Jember #pariwisata banyuwangi