Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

DPR Desak KAI Genjot Logistik Kereta Api, Target 1 Juta TEUs untuk Dongkrak Ekonomi 8 Persen

Lugas Rumpakaadi • Jumat, 24 April 2026 | 10:35 WIB
Ilustrasi kereta api di terminal peti kemas. (JawaPos.com)
Ilustrasi kereta api di terminal peti kemas. (JawaPos.com)

RADARBANYUWANGI.ID - Sektor perkeretaapian nasional dinilai berpotensi menjadi pengungkit utama pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dorongan itu disampaikan anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, yang meminta PT Kereta Api Indonesia (KAI) segera meningkatkan kapasitas angkutan logistik secara signifikan.

Desakan tersebut disampaikan saat kunjungan kerja di Stasiun Gambir, Kamis (23/4/2026) malam. Bambang menilai realisasi angkutan logistik kereta api saat ini masih jauh dari target. Kapasitas yang tersedia baru sekitar 200 ribu TEUs, sementara target sebelumnya telah mencapai 1 juta TEUs.

“Nah ini yang perlu didesak lagi supaya angkutan logistik ini bisa diangkut dengan menggunakan rangkaian kereta api ini,” tegas Bambang, dikutip Antara.

Menurutnya, penguatan logistik berbasis rel akan memberikan efek berantai bagi efisiensi industri nasional. Distribusi barang menjadi lebih lancar, biaya logistik dapat ditekan, dan ketergantungan pada angkutan jalan raya bisa dikurangi.

Selain itu, Bambang menyoroti dampak positif terhadap keselamatan dan infrastruktur. Peralihan moda dari jalan ke rel diyakini mampu mengurangi risiko kecelakaan sekaligus menekan kerusakan jalan akibat beban kendaraan berat.

“Jalan raya ini bisa lebih selamat, bisa lebih nyaman, jalan raya ini bisa lebih tidak rusak dan sebagainya karena bisa menggunakan transportasi kereta api,” ujarnya.

Untuk mengejar target tersebut, legislator ini menekankan pentingnya modernisasi infrastruktur di stasiun. Pembangunan depo peti kemas yang memadai dinilai krusial untuk mendukung kelancaran bongkar muat logistik.

Tak hanya itu, akses menuju stasiun juga perlu diperluas agar mobilitas armada pengangkut semakin efisien. Bambang menilai optimalisasi lahan milik KAI dapat menjadi solusi strategis dalam pengembangan tersebut.

“Karena itu masih tanahnya KAI semua sehingga kalau dilebarkan aksesnya, itu untuk logistik kita luar biasa,” imbuhnya.

Ia berharap KAI segera menambah frekuensi perjalanan serta rangkaian kereta logistik guna mengakomodasi kebutuhan industri yang terus meningkat. Dengan sistem logistik yang kuat, Indonesia diyakini mampu mendukung target pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#logistik #KAI #dpr #Kereta Api