Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

BRIN Percepat Kemandirian Teknologi Kereta Api, Pemerintah Dorong Ekspansi Rel ke Luar Jawa

Lugas Rumpakaadi • Jumat, 24 April 2026 | 10:27 WIB
Lonjakan penumpang Kereta Api Pariaman Ekspres Triwulan I 2026. (Antara)
BRIN mempercepat kemandirian teknologi kereta dengan inovasi sarana dan prasarana. (Antara)

RADARBANYUWANGI.ID - Upaya memperkuat kemandirian teknologi perkeretaapian nasional terus dipacu. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mematangkan sejumlah inovasi strategis yang mencakup sarana, prasarana, hingga tata kelola, seiring ambisi pemerintah memperluas jaringan rel ke luar Pulau Jawa.

Kepala BRIN, Arif Satria, menegaskan bahwa pendekatan riset yang dikembangkan tidak semata berfokus pada aspek teknologi mesin. Dimensi kelembagaan dan operasional turut menjadi prioritas guna memastikan proses alih teknologi berjalan optimal.

“Paling tidak, ada tiga riset yang ada, yang pertama adalah riset aspek sosial kelembagaan. Kemudian kedua riset penumpang, dan yang ketiga berkaitan dengan lingkungan,” ujar Arif dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (23/4/2026), dikutip Antara.

Menurut Arif, penguatan kemampuan engineering nasional menjadi fondasi utama dalam membangun industri perkeretaapian yang mandiri. BRIN saat ini mendorong peningkatan kualitas mesin dan gerbong produksi dalam negeri agar mampu bersaing secara global.

Di sektor prasarana, BRIN mengembangkan structural health monitoring system untuk memantau kondisi jembatan kereta api, khususnya yang telah berusia tua namun masih beroperasi. Sistem ini dinilai krusial untuk menjaga standar keselamatan sekaligus memperpanjang usia infrastruktur.

Selain itu, inovasi bantalan rel berbasis karet juga mulai diperkenalkan. Teknologi ini telah lolos uji teknis dan diyakini mampu meningkatkan stabilitas perjalanan kereta, sekaligus mengurangi getaran dan kebisingan.

Arif menegaskan, keterlibatan BRIN diarahkan untuk mempercepat integrasi antara riset, industri, dan kebutuhan operasional. “Kami ingin memastikan hasil riset benar-benar terimplementasi dan mendukung pembangunan sistem perkeretaapian nasional yang modern dan terintegrasi,” imbuhnya.

Di sisi kebijakan, pemerintah mulai menggeser fokus pembangunan infrastruktur ke luar Jawa. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menyatakan bahwa langkah tersebut merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto.

“Visi besar Bapak Presiden, kita ingin memastikan Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi tidak tertinggal terlalu jauh. Dengan membangun jaringan kereta api yang terintegrasi, kita bisa menekan biaya logistik secara signifikan dan meningkatkan daya saing,” tegas AHY.

Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) ini diharapkan mampu menciptakan efisiensi distribusi barang secara luas, sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi kawasan. Integrasi antara riset BRIN dan ekspansi jaringan rel diyakini akan menjadikan sektor perkeretaapian sebagai tulang punggung mobilitas dan logistik nasional di masa depan.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#pemerintah #teknologi #BRIN #Kereta Api