Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Listrik Padam Lagi di Jakarta, Ini Penyebab dan Riwayat Blackout Besar Sejak 1997

Lugas Rumpakaadi • Kamis, 23 April 2026 | 12:57 WIB
Ilustrasi distribusi listrik tegangan tinggi. (Pexels/Efe Burak Baydar)
Ilustrasi distribusi listrik tegangan tinggi. (Pexels/Efe Burak Baydar)

RADARBANYUWANGI.ID - Sejumlah wilayah di Jakarta kembali mengalami pemadaman listrik massal pada Kamis (23/4/2026) siang. Gangguan ini menambah daftar panjang riwayat blackout di ibu kota yang kerap berdampak luas pada aktivitas publik dan ekonomi.

PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya memastikan penyebab utama berasal dari gangguan pada sistem suplai listrik yang terhubung dengan beberapa gardu induk (GI).

“Terjadi gangguan suplai listrik yang berdampak di beberapa wilayah Jakarta. PLN fokus lakukan upaya penormalan,” ujar Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN UID Jakarta Raya, Haris Andika, saat dikonfirmasi, dikutip JawaPos.com.

PLN mengimbau masyarakat untuk melaporkan kondisi kelistrikan di wilayah masing-masing melalui aplikasi PLN Mobile maupun Contact Center 123 guna mempercepat respons lapangan.

Berdasarkan pantauan, pemadaman terjadi di sejumlah titik strategis. Di Jakarta Pusat, kawasan Thamrin dan Bendungan Hilir terdampak. Sementara di Jakarta Selatan meliputi Kuningan, Jagakarsa, dan Tebet. Gangguan juga dilaporkan terjadi di wilayah Jakarta Timur.

Keluhan warga membanjiri media sosial, terutama dari pekerja perkantoran yang aktivitasnya terganggu. Sejumlah gedung sempat mengandalkan genset darurat untuk menjaga operasional tetap berjalan.

Peristiwa ini mengingatkan pada blackout sebelumnya pada 9 April 2026. Saat itu, listrik padam pada pukul 17.57 WIB dan berdampak pada operasional MRT Jakarta, lampu lalu lintas, hingga pusat perbelanjaan.

Jakarta bukan kali pertama mengalami pemadaman besar. Dalam catatan historis, blackout kerap dipicu gangguan teknis hingga kegagalan sistem interkoneksi skala besar.

Blackout paling parah terjadi pada 4 Agustus 2019, saat gangguan transmisi 500 kV Ungaran–Pemalang menyebabkan listrik padam lebih dari delapan jam di Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.

Sementara itu, pada 18 Agustus 2005, pemadaman meluas di Jawa-Bali selama sekitar tujuh jam akibat kerusakan jaringan SUTET. Dampaknya menjangkau lebih dari 100 juta penduduk dan sempat melumpuhkan transportasi, termasuk operasional KRL dan penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta.

Gangguan lebih lama bahkan pernah terjadi pada 12–13 September 2002, ketika hubungan pendek di GITET Cibinong menyebabkan pemadaman hingga dua hari di Jabodetabek dan Banten.

PLN memastikan proses pemulihan terus dilakukan secara bertahap. Langkah ini diambil untuk menjamin stabilitas sistem sebelum listrik kembali dialirkan ke pelanggan.

Petugas lapangan telah dikerahkan untuk mempercepat penormalan, sekaligus memastikan gangguan serupa tidak kembali terjadi dalam waktu dekat.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#jakarta #blackout #listrik padam