Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Restrukturisasi Utang Whoosh Rampung, Menkeu Purbaya: Tinggal Tunggu Pengumuman Resmi Pemerintah dan Skema Berbagi Risiko RI–China

Lugas Rumpakaadi • Kamis, 23 April 2026 | 08:53 WIB
Ilustrasi kereta cepat Whoosh. (Gemini AI)
Ilustrasi kereta cepat Whoosh. (Gemini AI)

RADARBANYUWANGI.ID - Pemerintah memastikan restrukturisasi utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (Whoosh) telah mencapai tahap akhir.

Saat ini, keputusan tersebut tinggal menunggu pengumuman resmi kepada publik.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa seluruh proses telah diselesaikan.

“Sudah kelar (restrukturisasi), tinggal diumumkan,” ujarnya dalam Simposium PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) 2026 di Jakarta, Rabu (22/4/2026), dikutip Antara.

Ia menambahkan, hasil restrukturisasi tersebut juga telah dikomunikasikan kepada pemerintah China.

Langkah ini dinilai penting untuk menjaga kesinambungan hubungan bilateral kedua negara.

“Kemarin saya ketemu Menteri Keuangan China. Ini kan berhubungan dengan hubungan jangka panjang antara Indonesia dengan China. Saya bilang ke Menteri Keuangan China sudah diputuskan, tinggal diumumkan,” tuturnya.

Meski telah rampung, pemerintah belum membuka detail skema restrukturisasi kepada publik.

Purbaya menegaskan bahwa pengumuman resmi akan disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono.

“Nanti diumumkan Pak AHY. Saya pikir saya enggak berhak ngomongin sekarang ya. Tapi yang jelas sudah putus, cuma belum saatnya diumumkan,” katanya.

Terkait kemungkinan kehadiran perwakilan China dalam pengumuman tersebut, Bendahara Negara itu belum memberikan kepastian.

Ia menegaskan bahwa hal tersebut sepenuhnya menjadi keputusan pemerintah.

Restrukturisasi dilakukan menyusul berbagai tantangan dalam proyek yang dikelola PT KCIC, terutama pembengkakan biaya atau cost overrun serta lemahnya koordinasi antarinstansi.

Purbaya menegaskan, skema baru akan menitikberatkan pada prinsip berbagi risiko antara Indonesia dan China.

“Kalau ada loss, ya sama-sama. Kita berapa persen, mereka berapa persen,” ujarnya.

Model ini diharapkan mampu menciptakan keseimbangan beban sekaligus memastikan keberlanjutan proyek strategis tersebut.

Lebih jauh, Menkeu juga menyoroti akar persoalan cost overrun yang terjadi pada sejumlah proyek infrastruktur, termasuk Whoosh.

Ia menilai lemahnya pengawasan menjadi faktor utama.

“Itu sebetulnya proyeknya bagus. Cuma tidak diawasi sehingga ketika ada masalah, tidak ada yang menangani. Akhirnya terjadi cost overrun berpuluh triliun rupiah,” tegasnya.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Purbaya Yudhi Sadewa #menteri keuangan #china #RI #WHOOSH