Puan Maharani: Perempuan Bukan Objek, Melainkan Subjek Penentu Arah Bangsa di Hari Kartini 2026

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Selasa, 21 April 2026 | 12:28 WIB
Puan Maharani menegaskan peran strategis perempuan sebagai subjek pembangunan bangsa. (JawaPos.com)
Puan Maharani menegaskan peran strategis perempuan sebagai subjek pembangunan bangsa. (JawaPos.com)

RADARBANYUWANGI.ID - Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan bahwa perempuan memiliki peran strategis sebagai subjek utama dalam menentukan arah perjalanan bangsa Indonesia. Hal itu disampaikannya dalam peringatan Hari Kartini yang jatuh pada Selasa (21/4/2026).

Dalam pernyataannya di Jakarta, Puan menilai bahwa perempuan Indonesia saat ini telah melampaui tahap pembuktian kemampuan. “Perempuan Indonesia sudah tidak perlu membuktikan bahwa mereka mampu. Pertanyaan hari ini bukan lagi ‘apakah’, melainkan ‘seberapa jauh’ dan ‘dengan sistem seperti apa’. Di sinilah momentum Hari Kartini menjadi relevan,” ujarnya, dikutip Antara.

Ia mengajak masyarakat untuk menjadikan Hari Kartini sebagai momen refleksi atas perjuangan panjang perempuan dalam sejarah bangsa. Menurutnya, kontribusi perempuan sejak dahulu merupakan bagian tak terpisahkan dari upaya memajukan Indonesia.

“Di Hari Kartini, kita menegaskan kembali bahwa perempuan bukanlah objek, tapi subjek aktif yang ikut menentukan cerita perjalanan Republik Indonesia,” kata Puan.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pelibatan perempuan dalam pembangunan bukan sekadar kebijakan afirmatif, melainkan bentuk penghormatan terhadap harkat dan martabat manusia. Puan menyebut bahwa keputusan untuk menyertakan perempuan adalah langkah strategis dalam memperkuat daya saing bangsa.

“Menyertakan perempuan merupakan kesadaran atas penghargaan harkat dan martabat manusia dan pilihan yang benar untuk menguatkan daya dari bangsa Indonesia itu sendiri,” tegasnya.

Puan juga menyoroti bahwa perempuan memiliki pengalaman hidup yang unik dan berbeda dari laki-laki, yang sering kali dirangkum dalam konsep “merawat kehidupan”. Namun, ia mengingatkan agar makna tersebut tidak disempitkan hanya pada ranah domestik.

“Namun kita jangan sampai mereduksi makna dari kata ‘merawat’ menjadi persoalan domestik semata yang seperti tidak memiliki hubungan dengan kemajuan bangsa,” ujarnya.

Dalam konteks itu, ia menilai bahwa kepemimpinan dan kontribusi perempuan Indonesia di berbagai sektor sudah tidak perlu diragukan. Oleh karena itu, seluruh pihak diminta memastikan bahwa perspektif perempuan terus hadir dalam setiap proses pengambilan keputusan.

Puan menegaskan, perempuan tidak hanya perlu hadir di ruang pengambilan keputusan, tetapi juga berperan dalam merancang sistem dan struktur di dalamnya. Mengingat jumlah perempuan mencapai setengah populasi Indonesia, perspektif mereka dinilai krusial dalam menentukan arah kebijakan.

Menutup pernyataannya, Puan menyampaikan harapan agar perempuan Indonesia terus berkontribusi bagi kemajuan bangsa. “Selamat memperingati Hari Kartini tahun 2026 untuk seluruh perempuan hebat Indonesia. Mari terbang tinggi untuk membawa Indonesia semakin maju,” pungkasnya.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Antara
hari kartini puan maharani perempuan