Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

PBNU Resmikan 27 SPPG di Lirboyo Kediri, Gus Yahya: Ini Jawaban Krisis Gizi Nasional

Ali Sodiqin • Sabtu, 18 April 2026 | 09:39 WIB
PBNU resmikan 27 SPPG di Lirboyo Kediri. Gus Yahya dorong percepatan pemenuhan gizi nasional lewat pesantren di berbagai daerah. (ANTARA Jatim/Prasetia Fauzani/mas)
PBNU resmikan 27 SPPG di Lirboyo Kediri. Gus Yahya dorong percepatan pemenuhan gizi nasional lewat pesantren di berbagai daerah. (ANTARA Jatim/Prasetia Fauzani/mas)

RADARBANYUWANGI.ID – Di tengah masih besarnya tantangan pemenuhan gizi di Indonesia, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mulai mengambil langkah konkret.

Sebanyak 27 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) resmi diluncurkan dalam satu momentum di Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur, Selasa (14/4/2026).

Peresmian dipimpin langsung Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf, yang akrab disapa Gus Yahya.

Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa pesantren tidak hanya berperan dalam pendidikan keagamaan, tetapi juga masuk dalam isu strategis nasional: ketahanan dan pemenuhan gizi masyarakat.

Baca Juga: PCNU Banyuwangi Gelar Rapat Gabungan, Tegaskan Sinergi dan Akselerasi Program 100 Hari


Dari Penandatanganan hingga Komitmen Nasional

Acara peresmian berlangsung di kompleks pesantren besar Pondok Pesantren Lirboyo, yang dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan Islam terbesar di Indonesia.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan:

Penandatanganan dilakukan oleh Gus Yahya bersama Wakil Kepala Badan Gizi Nasional bidang operasional, Sony Sanjaya.

Turut hadir pula sejumlah tokoh nasional, di antaranya:

Momentum ini menjadi titik awal pengoperasian puluhan unit layanan gizi berbasis pesantren yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Baca Juga: Pembacok Ibu Kandung di Banyuwangi Dipastikan Waras, Adi Terancam Hukuman Lebih 15 Tahun Penjara


Sebar di 6 Provinsi, Targetkan Percepatan Akses Gizi

Sebanyak 27 SPPG yang diresmikan tidak hanya berlokasi di Jawa Timur.

Unit layanan tersebut tersebar di:

Distribusi ini menunjukkan upaya PBNU untuk memperluas jangkauan program hingga ke daerah yang memiliki tantangan akses gizi.

Langkah ini sekaligus menjawab persoalan klasik: ketimpangan distribusi layanan kesehatan dan gizi di Indonesia.

Baca Juga: Bea Cukai Banyuwangi Buka Lowongan Khusus Perempuan, Perebutan Kursi Petugas Keamanan Diprediksi Ketat


Angle Konflik: Program Besar vs Tantangan Nyata di Lapangan

Meski peluncuran SPPG menjadi langkah progresif, tantangan di lapangan tidak kecil.

Persoalan yang masih membayangi antara lain:

Di sinilah PBNU mencoba mengambil peran strategis melalui jaringan pesantren yang selama ini dekat dengan masyarakat akar rumput.

Gus Yahya menegaskan bahwa program ini bukan sekadar simbolik, tetapi harus menjadi gerakan nyata.


Pesantren Jadi Motor Program Makan Bergizi Gratis

Melalui SPPG, pesantren didorong menjadi pusat layanan pemenuhan gizi, terutama dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dengan jaringan pesantren yang luas, PBNU dinilai memiliki keunggulan dalam menjangkau masyarakat hingga level desa.

Keterlibatan berbagai pihak, termasuk Badan Gizi Nasional dan OJK, juga menunjukkan bahwa program ini dirancang lintas sektor.

Baca Juga: Silaturahmi PCNU Banyuwangi dengan Bupati Berlangsung Gayeng dan Penuh Keakraban


Kolaborasi Jadi Kunci, Bukan Sekadar Program Seremonial

Kehadiran berbagai lembaga dalam peresmian ini menegaskan bahwa isu gizi tidak bisa diselesaikan secara parsial.

Diperlukan sinergi antara:

Langkah PBNU ini dinilai sebagai upaya mempercepat implementasi program nasional dengan pendekatan berbasis komunitas.

Baca Juga: Donasi untuk Iran Tembus Rp 9 Miliar, Solidaritas Warga Indonesia Menguat di Tengah Ketegangan Global


Dari Lirboyo untuk Indonesia

Peresmian 27 SPPG di Lirboyo bukan hanya seremoni.

Ini menjadi simbol bahwa pesantren kini mengambil peran lebih luas dalam pembangunan nasional.

Dari pendidikan hingga gizi, dari dakwah hingga kesejahteraan—peran tersebut terus berkembang.

Kini, tantangan berikutnya adalah memastikan program ini benar-benar berjalan efektif dan memberi dampak nyata bagi masyarakat. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#PBNU SPPG Lirboyo #Gus Yahya gizi nasional #pesantren Lirboyo Kediri #krisis gizi Indonesia #program Makan Bergizi Gratis